SURABAYA | BIDIK – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak kini memiliki terobosan baru dalam hal kemudahan pembayaran iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), khususnya bagi driver transportasi online GO-JEK.
Dimana sebelumnya pembayaran iuran dilakukan melalui Indomart, Alfamart atau ATM bank. Kini peserta cukup membayar iuran dengan sistem Auto Debet.
Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, Wahyu Nurhayati menjelaskan, kemudahan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem Auto Debet ini, peserta tidak perlu lagi memikirkan kapan harus membayar, sudah mambayar apa belum ?.
“Karena secara sistem, bank sudah memotong saldo setiap awal bulan, yang pasti peserta harus punya saldo cukup untuk mambayar. Untuk sistem Auto Debet ini cocok banget bagi peserta yang super sibuk, seperti transportasi online GO-JEK,” ungkap Ayu, panggilan akrab Wahyu Nurhayati yang ditemui BIDIK saat mensuport kegiatan ‘Donor Darah’ dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 dikantor GO-JEK di jln Monginsidi, Surabaya, Senin (14/8/2017).
Sedangkan mekanismenya lanjut Ayu, peserta cukup mendatangi bank tempat peserta menabung. “Selanjutnya temui Customer Service, dan bilang akan melakukan setting Auto Debet untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ayu juga menambahkan, dari sekitar 15.000 driver GO-JEK di Surabaya, 5.384 diantaranya telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak. “Mereka mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), juga ada Jaminan Hari Tua (JHT) untuk tabungan mereka dimasa tuanya nanti,” ujarnya.
Dengan dua program wajib itu, yang iurannya cuma Rp16.800 per bulan, driver GO-JEK telah terlindungi JKK dan JKM. “Jika mereka mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan medis ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Dan jika meninggal dunia, keluarganya mendapat santunan puluhan juta rupiah serta biaya pendidikan anak hingga kuliah,” tutur Ayu yang mengaku pihaknya selalu mengakuisisi 500 peserta BPU baru per bulannya.
Potensi kepesertaan Driver Gojek ini, tutur Ayu, diharap mampu menyokong kepesertaan sektor BPU BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, yang tahun ini ditarget mendapat tambahan 7.000 peserta, dan baru tercapai 6.200 peserta hingga Agustus ini.
Saat ini jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak dari sektor penerima upah (PU) sebanyak 6.900 tenaga kerja aktif dengan 1.900 perusahaan. “Target hingga akhir 2017 ini bisa menambah 564 perusahaan lagi. Sedang hingga Agustus ini kita baru tercapai 384 perusahaan,” pungkas Ayu optimis. (hari)









