Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini. (Foto : Ist)
BIDIK NEWS | JAKARTA – Pertumbuhan layanan data terus mendorong pencapaian pendapatan XL Axiata di semester 1/2018 ini. Tercatat pendapatan meningkat 19% dibanding periode yang sama 2017. Capaian ini sekaligus terus meningkatnya kontribusi layanan data terhadap total pendapatan layanan per triwulan ke II/2018 hingga mencapai 79%, lebih tinggi dari capaian 2017 sebesar 67%. Pada paruh pertama 2018 ini, EBITDA juga mengalami peningkatan 2% YoY dengan marjin meningkat menjadi 36,0% sebagai dampak dari meningkatnya pendapatan dan upaya efisiensi biaya.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, kinerja XL Axiata di semester I/2018 mencerminkan dinamika industri yang semakin kompetitif, dibarengi perubahan struktural di pasar prabayar berupa kewajiban registrasi SIM prabayar.
“Kami meraih pertumbuhan pendapatan di periode ini. Kewajiban registrasi SIM Prabayar juga memberikan hasil positif. Dari performa semester I dan dinamika yang terjadi di industri saat ini, kami yakin adanya peluang yang lebih baik di semester II, termasuk jika nanti tarif data yang lebih rasional jadi diberlakukan,” ungkapnya, Senin (30/7).
Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak terlepas dari keberhasilan implementasi strategi transformasi yang dilakukan secara disiplin. Strategi transformasi yang diimplementasikan sejak 2015 lalu membantu membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, tercermin dari pencapaian kinerja positif semester ini. Meskipun terjadi kompetisi yang ketat pada tarif data, juga adanya kewajiban registrasi SIM prabayar. Pertumbuhan pendapatan 1% YoY di semester I ini ditopang pertumbuhan yang berkelanjutan pada layanan data.
Penetrasi smartphone pada pelanggan XL Axiata meningkat 10 poin persentase menjadi 77% pada akhir semester 1/2018 dibanding 2017. Artinya, XL Axiata saat ini memiliki 40,8 juta pelanggan yang menggunakan smartphone, meningkat 21% YoY dari periode yang sama 2017.
Terus bertambahnya pelanggan smartphone, mendorong peningkatan total trafik di jaringan XL Axiata 76% YoY pada semester I/2018 ini dibanding periode yang sama 2017. Pencapaian ini didorong kenaikan trafik data. Dan trafik layanan tradisional (voice dan SMS) terus menurun. Mayoritas trafik data XL Axiata saat ini melalui penggunaan layanan 4G.
Untuk kinerja jaringan, investasi pada pembangunan jaringan data XL Axiata secara massif mampu meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan. Jaringan 4G LTE milik XL Axiata sekarang mencakup 380 kota/kab di hampir seluruh Indonesia dengan 25.000 BTS 4G dan 49.000 BTS 3G.
Investasi di luar Jawa juga terus berlanjut dan berhasil meningkatkan trafik pemakaian layanan data sekaligus berkontribusi pada kinerja kuat perusahaan. Total jumlah BTS milik XL Axiata, termasuk 2G, adalahi 111.000 BTS.
Hasil aktivitas operasional perusahaan pada Semester I/2018 ini, XL Axiata mencatat pendapatan kotor sebesar Rp 11,1 triliun, meningkat 1% YoY didorong pertumbuhan layanan telekomunikasi lainnya yang meningkat 23% YoY. Sementara pendapatan dari layanan telekomunikasi selular tercatat flat berbanding dengan pencapaian periode yang sama 2017, yaitu Rp 10,5 triliun dan berkontribusi 95% terhadap total pendapatan.
Pendapatan dari layanan juga flat dibanding 2017, yaitu Rp 9,6 triliun, karena meski terjadi pertumbuhan pendapatan dari layanan data, namun terjadi penurunan pada pendapatan layanan “legacy” (SMS dan voice). Pendapatan layanan lainnya, terutama interkoneksi dan roaming, meningkat 5% menjadi Rp 900 miliar.
XL Axiata mencatat kerugian sebesar Rp 82 miliar pada 1H18 yang lebih rendah dibanding laba Rp 143 miliar yang tercatat pada periode tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan EBIT yang lebih rendah sebagai akibat dari meningkatnya biaya Depresiasi dan Amortisasi.
Neraca XL Axiata tetap kuat dengan utang bersih terhadap EBITDA di 1.4x dan perusahaan terus mencapai arus kas bebas (free cash flow) positif. Pada Semester 1/2018, EBITDA meningkat 2% YoY menjadi Rp 4 triliun karena pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya seiring marjin yang meningkat 0,2% YoY.
Selama Semester 1/2018, XL Axiata melakukan pembayaran kembali pinjaman bank sebesar Rp 1,5 triliun melalui pembiayaan kembali serta pembayaran pinjaman sebesar USD50 juta dan Rp 1.040 miliar sukuk melalui dana internal. Mulai 30 Juni 2018, semua pinjaman USD eksternal XL Axiata sepenuhnya telah terlindungi nilainya hingga jatuh tempo. (hari)










