JEMBER – Kondisi pandemi covid-19 tidak menutup ruang bagi Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Jawa Timur untuk berkreasi dan berinovasi dalam melakukan kegiatan, perkemahan sehat ala Kwarda Jatim di Forest City & Farm menjadi terobosan berani dari Kwarda Jatim.
Kegiatan perkemahan sehat yang berlangsung selama dua hari mulai hari sabtu dan Minggu tanggal 27-28 Maret 2021 di area Forest City & Farm jalan Kopti Berlian 88A, Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari Jember ini turut dihadiri Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menjadi Komandan upacara perkemahan sehat tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan saatnya kita melakukan inisiasi out of the box, harus cerdas, cepat dan tepat, inisiasi Ketua Kwarda Jatim ini tidak mudah. Saat yang tepat karna bersamaan dengan masa Musrembang di Provinsi, daerah maupun Pusat.
Khofifah berharap agar Pramuka tetap melayani masyarakat. ” Pramuka harus selalu hadir,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Bupati Jember H. Hendy Siswanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya bagaimana gerakan pramuka sebagai pendidikan informal dapat membekali ketrampilan yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan yang handal di masa akan datang.
Sebagai Ka Kwarda Jatim, H. Arum Sabil menyatakan kekhawatirannya adanya ancaman kesehatan kepada anak-anak. ” Perkemahan sehat dalam situasi pandemi ini memang sengaja diujicobakan sebagai kegiatan tutorial bagaimana berinteraksi dalam kehidupan sosial sehari-hari, dalam dunia pendidikan juga diperlukan sebuah panduan,” tuturnya.
Masih H. Arum, kita akan lihat, kalau kegiatan ini dinilai membawa manfaat maka nantinya akan dilaksanakan di masing-masing Kwarjab se- Jawa Timur, dari sisi pendidikan sendiri akan diisi dengan kegiatan produktif dalam dunia bisnis maupun ekonomi Kreatif.
Menyentuh latar belakang munculnya kegiatan kemah sehat ini, H. Arum menyampaikan situasi saat ini membuat banyak orang tua mulai sedikit Khawatir dalam tumbuh kembangnya anak-anak dalam proses pendidikan, ” pandemi covid-19 telah merevokusi sistem pendidikan, dulu bisa berinteraksi secara bebas dengan teman dan guru, saat ini tiba-tiba terampas begitu saja,” ungkapnya.
Anak-anak kita harus adaptasi, hanya bisa berinteraksi dengan Hp, laptop, kalau kondisi ini terus berlanjut akan sangat berbahaya dalam perkembangan jiwa anak, oleh karnanya anak-anak diperlukan untuk dapat menyatu dengan alam, belajar untuk mandiri. ” Kegiatan ini yang pertama, mudah-mudahan akan menjadi model untuk kegiatan ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan kemah sehat masa pandemi covid-19 ini berlangsung di ruang terbuka di atas lapangan dan kawasan perbukitan Forest City, sebuah kawasan hutan buatan yang lengkap dengan berbagai fasilitas yang memadai.











