SUMENEP | bidik.news – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun laporan evaluasi Pilkada 2024. Acara ini berlangsung di Ballroom El Malik Hotel pada Selasa (25/2/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari unsur pemerintahan, lembaga pengawas pemilu, aparat keamanan, hingga perwakilan organisasi kepemudaan dan wartawan.
Ketua KPU Sumenep, Nurussyamsi, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai masukan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan di masa depan. Evaluasi ini mencakup seluruh tahapan Pilkada, mulai dari persiapan, pemutakhiran data pemilih, distribusi logistik, hingga hari pemungutan suara.
“Evaluasi terhadap setiap tahapan Pilkada sangat penting untuk memastikan perbaikan di masa mendatang. Kami ingin mengetahui kendala yang muncul, terutama terkait data pemilih dan tingkat partisipasi masyarakat,” ungkap Nurussyamsi. Rabu, (26/2/2025).
Salah satu temuan penting dalam evaluasi ini adalah adanya penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2024. Dibandingkan Pilkada sebelumnya, partisipasi pemilih mengalami penurunan sekitar 1 persen.
Maka dari data yang diperoleh itu, terjadi sedikit penurunan partisipasi. Ini menjadi perhatian bagi KPU Sumenep karena partisipasi masyarakat adalah indikator utama keberhasilan demokrasi.
‘Meski begitu, terdapat capaian positif dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, di mana Sumenep menjadi salah satu daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi di provinsi tersebut,” lanjut alumni Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu.
Sehingga hal itu menunjukkan bahwa ada faktor tertentu yang mendorong partisipasi lebih tinggi dalam Pilgub dibandingkan Pilbup. Ini menjadi bahan kajian untuk memahami penyebabnya.
Dalam FGD ini, berbagai pihak menyampaikan pandangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Beberapa di antaranya adalah tingkat sosialisasi yang belum maksimal, persepsi masyarakat terhadap kandidat yang bertarung, serta kendala teknis dalam pendistribusian undangan memilih.
Nurussyamsi menegaskan bahwa seluruh masukan dari FGD ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas Pilkada di masa mendatang. Hasil diskusi juga akan disampaikan kepada KPU Jawa Timur sebagai bagian dari laporan evaluasi Pilkada 2024.
“Kami berharap, dari evaluasi ini dapat ditemukan solusi konkret untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan memperbaiki tahapan Pilkada ke depan. Semua masukan yang kami terima akan menjadi dasar perbaikan agar Pilkada selanjutnya berjalan lebih baik,” pungkasnya.(suf)











