BANYUWANGI | bidik.news – KPU Banyuwangi menetapkan Ipuk Fiestiandani-Mujiono dan Muhammad Ali Makki Zaini-Ali Ruchi sebagai pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi di Pilkada Banyuwangi 2024.
Kedua pasangan calon (paslon) tersebut, ditetapkan dalam rapat pleno terbuka KPU Banyuwangi yang digelar di El Royal Hotel Banyuwangi, Minggu (22/9/2024).
Dalam penetapan tersebut, Ipuk Fiestiandani-Mujiono dan Muhammad Ali Makki Zaini-Ali Ruchi dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada Pilkada Serentak tahun 2024.
Paslon Ipuk Fiestiandani-Mujiono dengan partai poltik pengusung Nasdem, PKS, PAN, Golkar, Gerindra, PPP, PDIP, Demokrat, Perindo, PKN, Partai Buruh, PSI, Gelora dan Partai Ummat.
Sedangkan, paslon Muhammad Ali Makki Zaini-Ali Ruchi dengan partai poltik pengusung yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB.
“Sesuai dengan tahapan pilkada, hari ini KPU Banyuwangi telah menetapkan kedua paslon untuk mengikuti kontestasi pada Pilkada 2024,” ucap Dian.
Dalam prosesnya, menurut Dian, KPU Banyuwangi telah menerima sebelas tanggapan masyarakat.
“Alhamdulillah semua tanggapan masyarakat sudah kita klarifikasi, serta dari pihak-pihak terkait juga sudah kita lakukan proses klarifikasi,” ungkapnya.
Setelah mempertimbangkan hasil klarfikasi tersebut, pihaknya sepakat menetapkan dua pasangan calon yang sesuai dengan prosedur yang sudah dilalui.
Sementara, calon bupati Ipuk Fiestandani mengaku akan fokus menyapa masyarakat usai penetepan oleh KPU ini.
“Kami akan fokus kepada masyarakat, menyapa masyarakat, menyampaikan kepada masyarakat terkait apa yang akan kami lakukan jika terpilih sebagai bupati dan wakil bupati nanti,” ucap Ipuk.
Menurutnya, suksesnya Pilkada di Banyuwangi bukan karena calonnya, tetapi bagaimana partisipasi masyarakat bisa hadir di TPS, termasuk peran dari awak media, sehingga situasi kondusif dan masyarakat merasa aman dan nyaman.
Ipuk juga meminta kepada awak media agar selalu memberitakan hal-hal positif selama masa kampanye. Karena, pihaknya tidak ingin hanya karena pilkada raykat menjadi terpecah dan termakan isu-isu provokatif.
“Kami bersama tim dan seluruh partai pengusung dan pendukung berkomitmen untuk melaksanakan pilkada damai, tidak menggunakan kampanye hitam, menyudutkan lawan, dan fitnah yang dapat mempengaruhi pikiran negatif di masyarakat,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Muhammad Ali Makki Zaini atau yang biasa di sapa Gus Makki berharap kepada seluruh pihak penyelenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu dan aparat penegak hukum dapat berfungsi dan berposisi di tempatnya masing-masing serta menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing sesuai dengan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pilkada kali ini.
“Ini sebuah harapan, bukan dalam rangka su’udzon,” tegas Gus Makki.(nng)











