JEMBER|BIDIK – Tragedi Truk Damkar melalap si tukang becak di pertigaan Telkom Balung Desa Balung Lor Kecamatan Balung Senin 5/6/17 masih segar di ingatan kita,tragedi yang mengakibatkan dua orang meninggal,satu orang patah tulang dan seorang mengalami luka ringan telah membuat duka dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban.
Muhed (67)warga Dusun Tanjungsari Rt 22/Rw07 Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan salah satu korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Balung selama 15 hari terhitung dari waktu kejadian merasa sangat tertekan dan sedih meratapi nasib yang menimpa keluarganya,kerja sebagai tukang becak tidak banyak yang bisa di lakukan jangankan untuk menabung,cukup untuk makan se hari haripun sudah bersukur.
Melihat kondisi suami yang tak berdaya dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, Suparmi (63) ketika di temui Tim Bidik hanya terdiam dan menesteskan air mata,ya mas … apa yang bisa kami lakukan saat ini? dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan ditambah keadaan suami yang menjadi satu satunya tulang punggung keluarga tidak bisa lagi memberi belanja pasti menambah lagi penderitaan kami.
Selama 15 hari menjaga bapak di rumah sakit,kami harus pinjam uang sana sini untuk kebutuhan masa perawatan dan wira wiri kami,tidak ada pihak yang prihatin dengan nasip kami bahkan untuk kebutuhan darah kami harus beli pakai uang pribadi hasil dari pinjaman yang kalau tidak segera di kembalikan maka akan bertambah besar hutang yang kami tanggung, dan dak tahu dari mana kami mendapatkan uang untuk mengembalikanya.
Ditanya bagaimana dengan santunan jasaraharjanya kan bapak sudah keluar dari rumah sakit apa lagi bapak kan peserta BPJS sudah di terima apa belum?,sampai saat ini kami tidak pernah menerima uang dari siapapun bahkan kami yang mengeluarkan uang untuk kebutuhan bapak walaupun kami dengar dari bupati jember kalau pengobatan kami di tanggung atau gratis dan becak yang sudah jadi peyek nantinya akan di ganti tapi sampai saat ini gak ada satupun yang kami terima.
Kami pasrah dan ridho dengan kejadian yang menimpa bapak mungkin itu sudah menjadi takdir hidupnya,tapi kami mohon perhatianya dari bupati bagaimana kehidupan kami kedepanya? Becak satu satunya alat untuk mengai rezeki sudah tiada dan bapak dak tahu kapan sembuhnya apalagi ini menjelang lebaran tetunya kami pun ingin merayakan bersama sanak saudara tentu besar harapan kami ada perhatian terhadap nasib kami .
Nurcahyo selaku Direktor Rumah Sakit Daerah Balung Ketika coba di konfirmasi berkaitanpersoalan tersebut di kantornya sekira jam 9:35 pagi Rabu 21/06/17 tidak ada di tempat,menurut Marzuki selaku staff menyampaikan”bapak masih belum datang dan gak tahu kapan datangnya”
Tragedi kecelakaan simpang tiga Telkom Balung ini banyak memberikan pembelajaran pada kita baik pengemudi,pejalan kaki,atau siapapun yang berkompeten di atas ruas jalan tersebut,kembalikan kepada fungsinya masing masing disana ada jalan,bahu jalan dan trotoal,jangan sampai beralih fungsi dimana kita lihat di sana sini bahu jalan dan trotoal jadi lahan parkir dan PKL ini harus,ini harus ada tindakan dan jangan sampai ada pembiayaran apalagi main mata tentu ini akan merugikan semua pihak baik masyarakat ataupun pemerintah.(monash)







