SAMPANG – Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam beternak sapi dan kambing, sebanyak 40 anggota peternak dari Koperasi Tani Bersatu, melaksanakan studi banding ke para peternak di Bondowoso, Jumat (1/2/2020).
Menurut ketua Koperasi Tani Bersatu, Agus Wiji, studi banding ini perlu dilakukan, lantaran masih minimnya pengetahuan cara berternak sapi dan kambing yang baik dan benar. ”Sehingga diharapkan ke depannya, para peternak Sampang khususnya anggota koperasi Tani Bersatu, mampu mandiri dalam berternak,” katanya.
Wji menegaskan bahwa kawasan Sampang sangat cocok untuk usaha ternak sapi dan kambing. Namun, kendala teknis dan pengetahuan para peternak masih minim. Beberapa kendala diantaranya kesulitan mencari pakan saat musim kemarau, karena sebagian besar petani Sampang mengandalkan rumput. Pengetahuan beternak sapi atau kambing masih menggunakan teknologi lama.
”Tidak kalah pentingnya adalah sulitnya kerjasama dengan bank untuk mendapatkan pinjaman usaha. Para petani juga belum tahu ada asuransi ternak, untuk mengamankan bagaimana bila ternaknya mati atau dicuri,” katanya.
Wiji juga meyankinkan, bahwa usaha ternak sapi maupun kambing di Sampang cukup menjanjikan. Karena itu, lanjut Wiji dengan studi banding ini, Koperasi Bersatu, ke depannya ingin menjadikan Sampang sebagai kota Sapi. ”Penghasil daging dan pemenuhan daging nasional. Agar tidak import dari luar,” ujarnya.










