BIDIK NEWS | LAMONGAN – Bank Indonesia (BI) Jatim dan Pemkab Lamongan melakukan Panen Bersama Komoditas Jagung di lokasi demo farm program BI Jatim yang berada di Desa Widhe, Kec. Brondong, Kab. Lamongan, Kamis (1/30). Tampak hadir Asisten Direktur BI, Andy Indra Prayogo, Asisten 1 Kab. Lamongan, Heru Widi, Kepala Dinas Tanaman Pangan serta Sekretaris Bappeda Kab. Lamongan.
Hasil panen bersama yang dilakukan mencatatkan provitas mencapai 14,05 ton/ha, jauh diatas kawasan lain yang rata-rata 12,04 ton/ha. Lokasi demo farm merupakan salah satu dari total 5 lokasi demo farm program BI yang berada di Kab. Lamongan. Lokasi lainnya berada di Kec. Sugio, Kec. Laren, Kec. Solokuro dan Kec. Sambeng.
Program tersebut mendukung program Pemkab Lamongan untuk menjadikan 12 kec. menjadi target pengembangan kawasan jagung dengan total luas areal tanaman jagung mencapai 10.000 Ha (termasuk didalamnya masing-masing Kec. memiliki 100 ha kawasan inti).
Program pengembangan klaster yang dilakukan BI diantaranya, pemberian bantuan teknis sejak 2016 dengan fasilitasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknologi pertanian jagung modern kepada PPL dan perwakilan dari kelompok tani di 12 Kec. yang akan menjadi target pengembangan.
Pada 2017, BI bekerja sama dengan Pemda Lamongan membentuk demo farm uji varietas di lahan irigasi dengan sistem pola tanam dalam setahun, yaitu masa tanam I padi, masa tanam II padi, dan masa tanam III jagung di lahan seluas 10 hektar.
“BI memberikan bantuan saprotan dan olah lahan, sementara bantuan benih berasal dari bantuan varietas unggul Pemkab Lamongan. BI juga memfasilitasi pendampingan penguatan kelembagaan (kelompok tani dan koperasi) serta bantuan Program Sosial BI, berupa mesin dan peralatan senilai untuk pengolahan jagung (produk olahan jagung) dan pasca panen kepada Koperasi Produksi Taman Teknologi Pertanian (TTP) milik Pemkab Lamongan. Bantuan ini untuk peningkatan nilai tambah jagung yang telah menghasilkan kerupuk, chiki dan emping jagung,” kata Andy, Kamis (1/3).
Bentuk kontribusi BI untuk produksi pertanian jagung juga akan terus dilakukan pada 2018 melalui penguatan program hilirisasi, replikasi dan dukungan pada pengembangan kawasan inti, pemanfaatan limbah jagung, pelatihan pembuatan pakan ternak serta penguatan kelembagaan kelompok tani binaan.
“Ke depan, upaya peningkatan produktivitas diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi, menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung yang pada gilirannya diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pengendalian harga ayam pedaging dan telur ayam di Jatim,” imbuh Heru Widi. (hari)
Teks : BI Jatim dan Pemkab Lamongan Panen Bersama Komoditas Jagung di lokasi demo farm di Desa Widhe, Kec. Brondong, Kab. Lamongan. (Foto : ist)










