MALANG – Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) menggelar konferensi internasional, yakni “International Conference on Sports Science and Health (ICSSH) 2020′. Seminar 2 hari ini, Rabu-Kamis (4-5/11/2020) adalah kegiatan tahunan dan ini ke-4 kalinya.
Tahun ini, seminar internasional bertema
“Opportunities in developing the best practice of acculturation through sports, mental health, physical activity and exercise in new normal era” digelar virtual karena pandemi Covid-19.
Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat di seluruh dunia, termasuk event olahraga yang banyak ditunda bahkan dibatalkan.Tahun ini keberuntungan seolah belum berpihak pada bidang keolahragaan. Namun bukan berarti bidang olahraga tidak memiliki peluang untuk berkembang di tengah pandemi.
Karena itu, ICSSH menghadirkan pembicara dari 4 negara yang berbeda, yaitu Taiwan, Australia, Malaysia, dan Indonesia. Juga dari akademisi, peneliti dan ahli dibidang kesehatan dan olahraga dari berbagai negara. Mereka berkumpul mendiskusikan peluang dan praktik dibidang olahraga agar tetap sukses dikembangkan selama new normal.
“Kami ingin memfasilitasi para akademisi dan praktisi di bidang olahraga untuk saling berbagi hasil riset, best practice dan tantangan yang mereka hadapi selama pandemi agar dapat menghasilkan gagasan baru di bidang olahraga,” ungkap Prisca Widiyawati, dosen FIK UM sekaligus penyelenggara seminar.
Sedangkan Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes. mengaskan pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari bahkan saat pandemi. “Pandemi Covid-19 mestinya tidak membatasi kita beraktivitas fisik secara aman dan sesuai protokol. Aktivitas fisik dan olahraga mestinya menjadi budaya di masyarakat. Karena dengan berolahraga sistem imun dan kondisi fisik dan mental kita makin baik,” katanya.
Seminar hari pertama, diskusi panel dipandu Dona Sandy Yudaswara, dosen FIK UM, yang fokus membahas olahraga dikalangan
anak-anak dan pendidikan jasmani di tengah pandemi. Profesor senior dari University of Wollongong Australia, Snr. Prof. Anthony D. Okely, Ph.D. dan Prof. Chang Bin Yang dari National Dong Hwa University Taiwan hadir sebagai pemantik dalam diskusi tersebut.
Hari ke-2, diskusi yang dipandu Suci Puspita Ratih, dosen FIK UM, membahas kesehatan mental dan aspek psikososial pada atlet selama pandemi. “Kesehatan mental
dan psikososial adalah aspek yang paling terdampak selama pandemi akibat perubahan tatanan kehidupan yang drastis dan tidak diprediksi sebelumnya. “Hal ini mempunyai implikasi yang besar bagi para atlet, termasuk atlet di Indonesia,” ujar Suci.
Hari ke-2 menghadirkan 2 pembicara, yaitu Dr. Nurwina Anuar, Ph.D dari Universiti Teknologi Malaysia dan Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi. dosen FIK UM sekaligus Ph.D Candidate di University of Birmingham. Keduanya membahas aspek mental dan psikososial atlet selama pandemi harus lebih diperhatikan, karena dapat mempengaruhi performa mereka pada turnamen dimasa mendatang. Dan aktivitas fisik atau olahraga ringan dapat membantu masyarakat memelihara kesehatan mental.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Pandemi bukan halangan untuk kita dapat berbagi dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, juga menjadi jembatan dalam forum diskusi internasional serta penyampaian ide-ide kreatif,” pungkas Ahmad Abdullah, dosen FIK UM.











