SURABAYA – Komisi C DPRD Jatim tampaknya tidak mau lagi menerima alasan dampak pandemi Covid 19 dari BUMD Jatim, sebagai halangan untuk mereka kembali bekerja keras menggairahkan ekonomi Jatim plus kembali menggenjot PAD dari lembaganya.
Ketua Komisi C, Muhammad Fawaid menjelaskan, selama ini banyak BUMD yang mengajukan anggaran baik untuk tambahan modal atau peningkatan asset, namun tidak jelas hasilnya.
”Komisi C tidak mau lagi pandemi ini jadi alasan tidak adanya pemasukan. Sudah saatnya untuk memulai. Pemanfatan aset ini seperti apa progresnya itu yang akan kami kejar. Selama ini ajukan dana untuk perbaiki aset, tapi gak jelas progresnya,” sindir Fawaid, Senin (22/6).
Selain itu kata Fawaid, komisi nya juga ingin mendorong pemprov agar bisa mecari sumber PAD dari non Pajak,” Kita akan fokus mencari sumber PAD, diluar Pajak kendaraan bermotor atau pajak lainnya. Kita juga ada
sumber pendapatan dari pemanfaatan aset, dari partisipasi interes sumber daya alam migas,” ungkap Fawait lagi.
Terkait aset, politisi Gerindra juga menyoroti jumlah aset yang belum terdata atau tersertifikasi. “Informasi yang kami terima ada 2000 aset pemprov yang belum bersertikat, kita mau minta penjelasan dari BPKAD dan BUMD kenapa kok gak termanfaat kan ?” lanjutnya.
Komisi C kata Fawaid juga akan lakukan klasifikasi seperti apa kondisi asset tersebut, untuk dicari apa yang bisa dimanfaatkan. “Jangan hanya minta dana untuk melakukan renovasi tapi gak jelas manfaatnya. Kami beri waktu dua bulan ke depan untuk eksekutif memberi laporan, dan mendapat jawaban serta tahu kreatifitas apa yang dilakukan BUMD untuk membuat terobosan baru. Karena ini moment yang paling tepat saat PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor berkurang drastis.” pungkasnya.











