SURABAYA – Rencana adanya kotak keliling saat Pilkada serentak pada bulan desember mendatang mendapat sorotan dari Komisi A DPRD Jatim yang membidangi Hukum dan Pemerintahan.
Ubaidillah Anggota Komisi A DPRD Jatim mengingatkan dan meminta penyelenggara pemilu yaitu KPU untuk menolak wacana Kotak Suara Keliling di pilkada.
Menurutnya Kotak Suara keliling dinilai banyak menimbulkan tantangan bukan hanya oleh penyelenggara, namun juga pemilih.
” Kotak keliling dalam pilkada tidak memberikan pendidikan politik yang bagus kepada masyarakat dan harus dikajiulang. Saya yakin penyelenggaraan pilkada nanti akan berjalan optimal, meski tanpa wacana kotak suara keliling,”kata Ubaidillah saat di temui di ruang kerjanya, Rabu ( 14/10).
Pria yang akrab di sapa Gus Ubai ini juga mengingatkan bahwa setiap regulasi yang dibuat oleh penyelenggara harus mempertimbangkan dampak. Termasuk, mendukung pelaksanaan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada.
Terobosan penyelenggara dalam meningkatkan partisipasi pemilih diharapkan harus serta merta mempertimbangkan kesehatan masyarakat.
“Sehingga, di samping proses pilkada menghasilkan pimpinan daerah berkualitas juga tidak menimbulkan cluster penyebaran Covid-19,” kata Gus Ubai.
Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim ini mencontohkan regulasi yang dinilai memiliki sejumlah tantangan. Misalnya, Kotak Suara Keliling.
Lebih lanjut Gus Ubai menegaskan regulasi ini justru berpotensi menimbulkan banyak masalah.
Semangat menambah partisipasi pemilih harus diimbangi dengan menjaga kualitas Pemilu. “Jangan sampai, masyarakat justru timbul curiga adanya manipulasi terhadap kotak keliling ini,” pungkasnya. ( rofik)











