BIDIK NEWS | Kabupaten Malang–Panjangnya lintasan aliran sungai serta derasnya arus air yang melintasi Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang dimanfaatkan kelompok 23 kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menciptakan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH yang dirakit dari bahan daur ulang tersebut ditempatkan di wahana edukasi wisata dan arena outbond, Lembah Hijrah yang terletak di Dusun Jabon Garut, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Pembuatan PLTMH tersebut merupakan program kerja (proker) kelompok 23 KKN UMM sebagai wujud penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususunya pengabdian kepada masyarakat. Mereka selama satu bulan menetap di Dusun Sempu Kidul, Desa Wonoagung. Selama menjalani program KKN mereka dituntut merancang program kerja pembuatan teknologi tepat guna bagi masyarakat setempat.
Teknologi mikrohidro tersebut dirancang dan dibuat oleh salah satu mahasiswa jurusan Teknologi Elektro UMM, Adam Alkhadir dengan dibantu teman kelompoknya. Ide pembuatan PLTMH tercetus dari buah pemikiran kawan-kawan kelompoknya karena secara geografis kecamatan di ujung paling barat Kabupaten Malang ini dilintasi aliran sungai yang memiliki debit air melimpah.
“Awalnya mau bikin biogas tapi dibatalkan. Akhirnya kelompok kami mencetuskan PLTMH dengan skema yang sederhana,” tutur Adam kepada BIDIK (Selasa, 13/2).
Dari hasil observasi lapangan, hasil kreasi kelompok 23 KKN UMM tersebut ditempatkan di Lembah Hijrah. Dipilihnya area tersebut karena sangat representative mengingat tempatnya dekat dengan aliran sungai.
Adam menerangkan cara kerja PLTMH yang ia rancang. Air yang mengalir dari sungai akan ditampung terlebih dulu pada kolam penampungan. Pembuatan kolam penampungan bervolume dua meter kubik digarap swadaya oleh seluruh anggota kelompok tersebut.
Kemudian air dari kolam penampungan didistribusikan menggunakan pipa untuk memutar kincir. Putaran kincir akan terhubung ke alternator mobil sehingga menghasilkan tenaga listrik. Energi listrik tersebut kemudian disimpan dalam aki pemberian Pemdes Wonoagung.
Mahasiswa asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang itu menuturkan aki tersebut merupakan komponen bekas lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya sehingga efisiensi dayanya rendah di bawah 12 volt. Ia mengatakan standart aki yang harus digunakan sebesar 13 volt untuk menampung efisiensi daya listrik stabil. Meskipun begitu karya PLTMH kelompok 23 KKN UMM ini mampu menghasilkan daya 600 watt yang pemanfaatannya untuk penerangan jalan perkampungan dan di dalam area Limbah Hijrah.
“Saat ini menggunakan lampu LED berdaya 5 watt sebanyak tujuh buah lampu LED. Untuk penerangan jalan perlu perbaikan karena masih belum maksimal pada sambungan kabel,” pungkas Adam.
Walaupun PLTMH yang dirancang berkategori sederhana, penggagas Lembah Hijrah, Dwi Arie Suyanto memberikan apresiasi pada proker kelompok 23 KKN UMM. Hasil karya mereka akan dijadikan untuk media pembelajaran bagi anak-anak yang berkunjung ke wahana wisata edukasi yang ia dirikan pada tahun 2015 silam.
“Jadi anak-anak yang datang ke sini bisa tahu bagaimana energi listrik dihasilkan. Kedepannya akan saya kembangkan lagi,” seru Dwi.
Ia mengatakan program pembuatan mikro hidro dari kelompok 23 KKN UMM ini sama seperti rencana awal yang ia dambakan. Semula ia berencana ingin memfungsikan kembali mikro hidro peninggalan buyutnya yang sudah ada sejak tahun 1964. Letaknya jauh dari Lembah Hijrah. Namun karena kondisinya rusak parah dan ongkos perbaikannya terlalu mahal, ia pun mengurungkan niatnya.
“Pas teman-teman KKN kesini pas banget programnya dengan rencana awal saya. Intinya jangan sampai hasil proker KKN terbengkalai, biasanya seperti itu,” ucap Dwi.
Teks : Adam Alkhaidir menunjukkan PLMTH hasil program kerja kelompok 23 KKN UMM di Dusun Jabon Garut, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. (foto:ist)










