SURABAYA l bidik.news – Kecelakaan di perairan Banyuwangi menjadi sorotan Komisi D DPRD Jawa Timur. Karena tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menewaskan empat penumpang menunjukkan lemahnya ketaatan terhadap peraturan keselamatan kapal tua dan abainya terhadap kelebihan kapasitas penumpang.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim menyampaikan pihaknya segera melakukan koordinasi dan meminta komunikasi dengan Pemprov Jatim, pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Ia melihat keselamatan penumpang kapal menjadi faktor utama.
“Melihat kejadian memang menjadi keprihatinan bersama. Jangan kemudian operasional murah dan supaya kapal tetap beroperasi ada hal yang diabaikan,” sebut Halim.
Politisi Partai Gerindra Jawa Timur ini, menegaskan menjadi hal paling penting adalah keutamaan transportasi. “Saya kira revitalisasi hal penting. Kapal layak sampai berapa tahun. Kapal yang memang tidak bagus, kepinggir. Karena keselamatan menjadi kunci utama,” tandas politisi asal daerah pilihan Madura ini lebih tegas.
Kapal-kapal yang menjadi tanggungjawab ASDP ini, masih menunjukkan pelayanan buruk untuk transportasi laut di Jatim. Meski transportasi laut menjadi domain pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan. Kejadian kapal tenggelam menunjukkan lemahnya kepatuhan dan kedisiplinan penggelolah kapal. Sehingga terjadi humam error. “Kami merekomendasikan ke pemerintah pusat. Menjadi pelajaran dan perhatian. Dan harus ada perbaikan layanan transporasi laut semakin lebih baik,” tegasnya.
Komisi D mencatatat dalam diskusi informasi yang didapat, bahwa kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya diduga berasal dari kebocran mesin. Mesin kapal yang mati membuat kapal terseret ombak tinggi dan arus deras. “Kalau informasi didapat kondisi kapal kelihatan kotor dan hampir tidak terawat. Faktanya ada kejadian dan kebocoran mesin,” sebut Halim.
Total yang ada di KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 65 orang. Terdiri dari 12 Anak Buah Kapal (ABK) dan 53 penumpang.
Terpisah proses pencarian dengan melibatkan petugas gabungan dalam kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya membuahkan hasil. Tercatat, sebanyak 27 orang yang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 23 penumpang yang selamat, sementara 4 penumpang meninggal dunia.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast, via Telepon menyampapiakan pencarian korban kapal tenggelam ada 23 selamat dan 4 meninggal dunia.
Meski demikian, eks Kabidhumas Polda Jabar ini belum bisa memberikan rincian terkait data korban yang ditemukan. Data yang masuk, kata dia, bersifat sementara. Jika sudah final, nanti akan disampaikan secara terbuka. “Data masih sementara dan bersifat tentatif,” tegas Jules. ( Rofik )











