NGAWI – Sungguh tragis kehidupan Mbah Mini, keluarga warga Dukuh Tarum RT/RW 05/03 Desa Karangsono, kecamatan Ngawi. Dengan kondisinya yang sakit keras, hingga membuat sosok Kapolsek turun tangan bersama anggotannya.
AKP. Sunarijati, Kapolsek Kwadungan sangat menyayangkan dirinya sendiri. Sudah menjabat sebagai Kapolsek Kwadungan selama hampir satu tahun baru mengetahui kondisi keluarga Mbah Mini.
“Awalnya saya meminta anggota terutama bhabinkhamtimas mencari warga tidak mampu, saat peringatan hari Bhayangkara ke-74 yang kemarin saya di ajak untuk melihat komunitas ketempat orang penyandang fehabilitas (cacat)” kata Kapolsek saat menceritakan pada awak media, Senin (13/07/2020).
Setelah kita telusuri salah satu penyandang cacat itu, Lanjut Kapolsek Kwadungan melalui anggota melakukan peninjauan kerumahnya. “Setelah kami telusuri dan mendapatkan alamat rumahnya. Saya sangat menyayangkan hal ini mas, 3 warga ini hidup satu rumah, mereka usia lansia yang kebutuhan seharinya hanya menanti belas kasihan tetangga dan anaknya yang diluar,” ujar Kapolsek
Mendengar cerita dari Kapolsek, wartawan mencoba klarifikasi dengan Seketaris desa karangsono melalu WhatsApp. Dari keterangan Sekdes (Carik) buat terkejut, bawasannya Sekdes ini tidak tahu warga itu tinggal.dan pihak pemdes akan melakukan pengecekan terhadap warganya.
Mbah Mini 85 tahun, mengalami patah tulang di pergelangan tangan. Suwarno 60 tahun, mengalami sakit setruk sudah 15 tahun lamanya dan tidak punya penghasilan. Kehidupan sehari-hari mengandalkan belas kasihan dari tetangga. Sari, laki-laki, 52 tahun, juga mengalami nasib yang sama , yaitu sakit polio sejak kecil.










