GRESIK– Ketika pekerja dirumahkan dan atau bekerja di rumah, maka yang paling terpukul dalam pendapatan adalah kelompok gojek, pasalnya tidak di perkenankan mengangkut penumpang dan hanya mengangkut barang atau makanan, untuk mengatasi hal tersebut, URC Satmata ( yang biasa membantu mengurus kalau ada anggota gojek yang kecelakaan ) bekerja sama dengan Rr Henny Eka Ferdian melatih para istri dan anak pekerja gojek dengan membatik.
” Selama 3 bulan terakhir ini, pendapatan para gojek online ini sangat menurun drastis terkait tidak bisa mengangkut penumpang, seiring dengan ngobrol antara gojek, wartawan, dan mentor pelatihan di pertengahan bulan puasa kemarin, disepakati dengan memberi sembako, membikin warung murah dengan harga seporsi makan beserta lauk dan teh manis cuma Rp 5.000,- dan peningkatan potensi pendapatan keluarga dengan pelatihan ketrampilan bagi istri gojek,” jelas Amik panggilan akrab dari Rr Henny, Rabu (29/6/2020).
Dari ngobrol dipertengahan lebaran, dan bisa terlaksana tadi pagi pelatihan membatik ” Shibori ” bagi istri dan anak gojek, Shibori sendiri adalah nama dari cara membatik yang tidak memakai canting, namun menggabungkan konsep : lipat, ikat. celup, dan tehnik ini sudah dikenal sejak nenek moyang kita jauh sebelum kemerdekaan.
Bangsa Jepang yang melihat proses membatik yang juga menggabungkan kebudayaan kedua negara yaitu melipat ( kirigami ) dan mencelup, sehingga kalau di negara Jepang, hasil dari membatik yang proses melipat, mengikat, mencelup dinamai batik Shibori.
Dari 40 peserta yang mengikuti pelatihan membatik Shibori, mereka terdiri istri dan anak gojek tidak hanya dari Kecamatan Gresik kota, tampak tetlihat peserta dari Cerme, dari Ujungpangkah, bahkan ada peserta dari Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dan hampir semua peserta antusias mengikuti hingga berakhir, mereka dengan bangga menunjukkan hasil kreasi membatik Shibori kepada para suami yang menjadi supporter serta kepada peserta membatik yang lain, sehingga hampir magrib baru bubar.
Sunarko, salah seorang pengurus URC Satmata dengan bangga sudah menggelar pelatihan bagi keluarga gojek, meski diawal ketika inisiatif ini di obrolkan sempat merasa pesimis akan terlaksana karena kendala biaya dan dukungan dari pemangku kepentingan, namun berkat semangat dan kegigihan pengurus URC sehingga kegiatan bisa di gelar.
“Hampir semua peserta membatik setelah tahu dan sekaligus praktek melipat, mengikat, mencelup, sepakat kegiatan ini di teruskan berkelanjutan, bahkan ada yang kepingin dalam waktu sebulan ada pelatihan lagi, dan ada istri gojek yang menawarkan jasa menjahit hasil karya membatik tersebut. kami merasa senang dan bangga,” papar Sunarko.











