Sumenep || bidik.news — Kerusakan parah jalan poros desa yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Ironisnya, hingga kini Pemerintah Kabupaten Sumenep terkesan abai, meski akses vital tersebut menjadi penopang utama aktivitas perekonomian warga.
Jalan poros itu membentang dari Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, hingga Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep. Namun, titik kerusakan terparah berada di wilayah tengah, tepatnya di Desa Giring dan Desa Gadding, Kecamatan Manding.
Jalan alternatif tersebut selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga. Selain jaraknya lebih dekat menuju pusat kota, akses itu juga melintasi kawasan persawahan dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Setiap hari, hasil pertanian, perdagangan kecil, hingga aktivitas sosial warga menggantungkan diri pada jalan tersebut.
Namun kondisi di lapangan berbicara sebaliknya. Aspal mengelupas, lubang menganga, dan genangan air saat hujan menjadikan jalan nyaris tak layak dilalui. Warga terpaksa bertaruh keselamatan demi tetap menjalankan roda ekonomi.
Anggota DPRD Sumenep Dapil V, M. Muhri, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Pemkab Sumenep yang dinilai tak menunjukkan kepedulian serius.
“Sudah lama jalan itu rusak, terutama di Desa Giring dan Desa Gadding. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Ini bentuk pembiaran,” tegas Muhri.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut langsung hajat hidup masyarakat.
“Distribusi hasil pertanian terganggu, biaya angkut naik, aktivitas ekonomi melambat. Yang dirugikan jelas rakyat kecil,” tandasnya.
Muhri menilai alasan klasik keterbatasan anggaran tak lagi relevan jika pemerintah memiliki keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat. Jalan penghubung antar-kecamatan, kata dia, seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Agus Hadi Wijaya, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga tak mendapat respons. (Suf)












