BIDIK NEWS | GRESIK. Warga masyarakat perkotaan terutama yang hidup di perumahan rata rata kurang bisa memanfaatkan lahan atau pekarangan yang kadang kurang atau tidak terawat, bahkan dari lahan kosong atau lahan sempit kalau dikelola dengan baik maka bisa mendapatkan manfaat baik berupa pemandangan yang nyaman termasuk juga uang, demikian disampaikan oleh Kasdim Gresik Mayor Inf Suwanto , Kamis (9/8).
” Rata rata masyarakat membiarkan lahan kosong atau nganggur untuk menempatkan barang bekas atau gudang, bahkan hanya tumpukan batu yang kurang manfaat, akibatnya hewan melata yang bisa membahayakan bersarang dilokasi tersebut, namun kalau lahan kosong atau depan rumah di dekat pagar kita tanami dengan tanaman hiasan atau sayuran, baik ditanah secara langsung maupun dengan poly bag karena sudah di plester, tentu dalam beberapa minggu akan terasa sejuk karena pasokan oksigen bertambah, pemandangan pun terasa semakin asri dan terasa sejuk, kalau sayur ya bisa di petik untuk dimasak berarti menghemat uang belanja, apalahi seperti saat cabe yang mencapai harga Rp 150.000,- perkilonya, ” jelas mantan Danramil Wonocolo.
Menanam segala jenis tanaman tidak diperlukan keahlian secara khusus, hanya ketelatenan dan setiap hari mengamati perkembangan dari tanaman tersebut, misalnya tanaman obat keluarga ( toga) bisa menanam sirih, sirih merah, binahong, daun dewa, kunyit, jahe, atau tanaman obat keluarga yang lain , bisa jufa menanam timun, semangka, melon, pare, atau berbagai jenis tanaman merambat yang lain yang bisa di gunakan untuk menghias pagar, dan kalau berbuah bisa di nikmati atau bahkan di jual,
” Baik menanam di tanah secara langsung, atau di poly bag, semuanya ada manfaat bagi pribadi, keluarga, maupun bagi kehidupan ummat manusia, selain memanfaat kan air yang dibuang percuma, juga manfaat oksigen untuk kesehatan, dan obat keluarga atau sayur buat keluarga,” pungkasnya. ( ali)









