GRESIK|BIDIK. Peringatan detik detik Proklamasi di halaman Kantor Bupati Gresik berlangsung dengan hidmat, upacara di halaman Kantor Bupati biasanya hanya diikuti PNS dilingkup pemkab saja, namun kali ini lebih banyak lagi, bahkan setelah upacara, bina raga, Yong Modo, IPSI memperlihatkan kemahirannya, dan drama kolosal dengan tema mengenang perjuangan gunung lenggis.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang memimpin upacara dengan diikuti oleh TNI, Polri, Pol PP, Dishub, FKPPI, PP, Kokam, karang taruna, PNS, mahasiswa, Bank Gresik, LDII.
Drama kolosal di mulai dengan tampilnya para pemuda yang sepakat untuk bersatu padu untuk kemerdekaan , ketika wilayah Surabaya di bombardir oleh sekutu, maka arek arek Gresik menghadang tentara sekutu di sebelah Utara Kali Lamong.
Kapten Dulasim yang saat itu memimpin Barisan Keamanan Rakyat ( cikal bakal TNI) mengajak para pemuda untuk bertahan menghadapi musuh di bukit Gunung Lengis ( yang saat ini jadi stadion), dan terlebih dahulu mengungsikan wanita, orang tua,. Namun pertempuran yang sengit , ditambah dengan kalah soal persenjataan, korban dari pihak republik tidak bisa di hitung, namun korban di pihak tentara sekutu juga cukup banyak, meski senjata para pejuang ada yang bawa pedang, celurit, ketepil, bedil rampasan dari Jepang,

Dengan dukungan penuh dari kelompok santri dan atas anjuran dari para kyai , maka seluruh masyarakat dengan semangat dan kepercayaan yang tinggi, bendera Merah Putih tetap berkibar di bumi Gresik.
Kapten Sali yang dipercaya untuk pementasan drama kolosal menuturkan minimnya waktu dan tema drama, serta minimnya pemain,” Hanya dalam waktu 5 hari , kami berkordinasi dengan semua elemen binaan Kodim, mulai PPM, FKPPI, PP, Iarmi, karang taruna, pasekgres, Pramuka, dan semuanya siap mendukung tenaga, pikiran, dan kostum, serta peralatan misalnya sepeda kuno, dan ternyata sukses serta mendapat sambutan meriah,” jelas Komandan Koramil Kebomas.(Ali)





