BIDIK.NEWA|PAMEKASAN – Tensi tinggi pertandingan leg ke-2 Piala Presiden 2019 berlangsung malam ini di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan Madura, Sabtu (6/4) disaksikan 12.860 K-Conk dan Bonek. Kedudukan akhir 2 – 3 mempertemukan laga super klasik di babak final, menyajikan pertandingan dua tim dengan tensi rivalitas sangat tinggi, Arema Fc vs Persebaya. Selasa (9/4/2019) di Stadion Kanjuruhan Malang dan Jumat (12/4/2019) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Jalanya pertandingan di babak pertama, Madura Fc mengurung total pertahanan Persebaya. Beberapa kali terlihat Andik Vermansyah, Zahrahan Krangar dan David Laly berkali kali membombardir gawang Persebaya. Bahkan, Bajul Ijo hanya bisa membahayakan gawang Madura Fc pada menit ke 30 dan masa injury time menit ke 45+2 hingga turun minum kedudukan tidak berubah tetap tanpa gol tercipta, dan Persebaya masih unggul agregat satu gol setelah membekuk Madura United di leg pertama.
Persebaya baru mulai panas sejak awal babak kedua, permainan terbuka, impresif dan menyerang mulai dilancarkan. Usaha Persebaya sempat dipatahkan Alexander Rakic dengan gol nya di menit 53 asist dari Alberto Beto Goncalves. Skor 1 – 0, merasa terancam langkahnya ke final, Persebaya merespon cepat dengan gol di menit 56 dicetak Octavio Dutra dari peluang tendangan sudut menyamakan skor 1 – 1.
Tidak ingin disingkirkan Persebaya dikandangnya sendiri, Alberto Beto Goncalves dimenit 67 sempat mengungguli Persebaya Surabaya 2 – 1. Perjuangan dan asa Madura Fc kandas saat Amido Balde kembali merobek jala Sapi Kerap di menit 81 kedudukan menjadi 2 -2. Keunggulan Persebaya disempurnakan di menit ke 90+3 dengan skor akhir 2 – 3 hasil gol Hansamu Yama Pranata.
Melihat track pertandingan kedua tim Persebaya dan Arema Fc, sepertinya Arema lebih banyak diunggulkan mengingat dalam tiga pertandingan terakhir Arema menyapu bersih semua pertandingan tanpa kemasukan gol. Meski demikian, bukan berarti perkara mudah menyingkirkan Persebaya, apalagi sistem home away dalam babak final Piala Presiden 2019 ini memaksa kedua tim tidak hanya cukup dengan kemenangan, sebab agregat gol menjadi hitungan. (Doi)











