JEMBER|BIDIK NEWS – Hingar bingar Pilkades 2019 di Kabupaten Jember semakin terasa,perebutan kursi orang nomor satu di tingkat Desa ini kian tak terbendung dan semakin terasa panasnya suhu politik ditingkat Desa.25 Juli 2019.
Persoalan oknum Pj meminta sejumlah uang kepada Balon,soal netralitas dan sumbangan dari balon yang sifatnya mengikat telah banyak menuai protes dari balon Kades serta para pendukungnya.
Bupati Jember dr.Hj. Faida MMR,dalam satu kesempatan saat di tanya ada Oknum PJ Kades yang meminta Sejumlah uang Bupati menjawab “kalau PJ Kades minta uang itu salah,tapi kalau itu hasil musdes di kumpulkan untuk panitia, ya itu memang hasil kesepakatan,” terang Bupati.
Oleh itu saya sudah perintahkan untuk melengkapi Juknisnya supaya jelas,apa yang boleh di musyawarohkan tambahan biaya apa yang tidak.
Hal ini dimaksud agar masyarakat,bakal calon,pendukung dan panitia jelas,apa yang sudah dianggarkan dari pemerintah daerah melalui APBD dan di atur melalui APBDES dan apakah masih layak mendapatkan sumbangan lain di luar anggaran tersebut.
“Ini bukan saatnya memeras calon pemimpin,calon pemimpin yang hebat bisa jadi berangkat dari orang yang ekonomi dari bawah,pak Jokowi aja jadi Presiden juga dari bawah,” tegas Bupati.
Oleh itu tidak menutup kemungkinan di Jember pun kadesnya dari bawah,dan kita menjamin semua mendapatkan kesempatan yang sama.
Di Perbub sudah di atur “apabila tidak mampu membayar iyuran yang ditentukan oleh musdes tidak boleh menggugurkan seseorang,” cetusnya.
Kemarin ada di Balung memaksakan untuk menggugurkan calon yang tidak bisa menyetorkan sejumlah 55 juta,dan saya sudah tegur, wajib memberikan kesempatan,sekiranya memberatkan ya harus membuat musdes ulang jelanya. (Monas)











