BANYUWANGI – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyuwangi tahun 2020, KPU Kabupaten Banyuwangi mengaku telah didatangi dua orang sebagai bakal calon dari perseorangan (independen).
Kedua orang tersebut yakni, Satiyem dan Purnomo alias Mas Pur. Keduanya mendatangi kantor KPU Kabupaten Banyuwangi, dengan maksud konsultasi terkait pencalonan dalam Pilbup Banyuwangi yang akan digelar 23 September 2020 nanti.
Hal itu diungkapkan Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Banyuwangi, Ari Mustofa saat acara ‘Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi tahun 2020 dengan Pihak Lain’ (wartawan di Banyuwangi), yang digelar di Resto Ijen Isun and Villas Sabtu (29/12/2019).
Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi, Syaifudin Mahmud (Aif), didampingi Komisioner KPU Kabupaten Banyuwangi lainnya, yakni Dian Mardiyanto (Divisi Hukum dan Pengawasan), dan Eko Sumanto (Divisi Perencanaan Data dan Informasi).
“Sebenarnya ada tiga orang bakal calon dari perseorangan, tapi yang satu ini masih malu-malu. Yaitu, ada salah satu ketua partai politik beserta calegnya non parlemen, mendatangi kantor kami untuk bertanya-tanya tentang calon perseorangan, saat kami tanya siapa calonnya yang diusung, mereka tidak menjawab, dan hanya menyebut ‘ada saja’,” beber Ari Mustofa.
Menurutnya, tanggal 19 – 23 Februari tahun 2020 adalah masa penyerahan dukungan dari calon perseorangan.
“Sebagaimana kita tahu, jumlah minimal dukungan atau foto copy KTP dukungan untuk calon perseorangan Pilbup Kabupaten Banyuwangi yaitu sebanyak 85.643 dukungan,” sebutnya.
Namun, lanjut Ari, kedua orang bakal calon perseorangan tersebut, hingga saat ini mengaku masih belum mempunyai pasangan calon.
“Karena keduanya masih jomblo atau belum punya pasangan, maka kita masih belum bisa memberikan akun kepada mereka untuk menginput data ke sistem informasi pencalonan,” terangnya.
Sementara, Ketua PWI Banyuwangi, Syaifudin Mahmud menyampaikan, munculnya dua bakal calon dari perseorangan cukup mengagetkannya, karena yang diketahuinya baru satu orang bakal calon yaitu Purnomo alias Mas Pur. Namun, dengan kemunculan Satiyem, yang merupakan Kabag Humas Pemkab di era Bupati Ratna Ani Lestari, tentunya publik Banyuwangi akan kembali ke periode lalu, siapa Satiyem?.
“Masyarakat dan teman-teman pastinya tahu, bagaimana sepak terjang Satiyem sangat kendel (berani) sekali. Beliau yang awalnya harmonis sama Bu Ratna, namun pada akhirnya harus pisah ranjang”, cetus Syaifudin yang akrab dengan sapaan Aif ini.
Aif menambahkan, dirinya bersama teman-teman sempat rasan-rasan (memperbincangkan), bahwa kondisi dilapangan saat ini masih adem ayem, padahal sebelumnya sudah sempat hangat, karena hiruk pikuknya muncul beberapa calon.
“Menurut peneropongan teman-teman, situasinya kembali ke adem ayem. Ini apakah calonnya malu-malu kucing untuk muncul, ataukah masih berjuang untuk mendapatkan rekomendasi partai politik,” pungkas Aif.











