BALI | BIDIK.NEWS – Sehari sebelum gebyar Grand Final batik fiesta vaganza yang di adakan oleh kolaborasi Lidya Management dan Clasic Management di kuta bali, seluruh peserta harus melalui karantina terlebih dahulu.
Menurut Lidya Azis Manager Lidya Management mengatakan semua peserta harus menjalani proses karantina dengan tujuan anak- anak ini sebelum maju ke grand final peserta di beri pembekalan atau di kasih materi, karena peserta ini adalah go talent yang berkarakter berbeda .
“Sebelum Mereka ke grand final , peserta yang dari seni tari, nyanyi, fashion show, action dan lain- lain itu mendapatkan materi dulu. Mereka kita godok dahulu agar penampilan makin yess,” Jelas Bunda Lidya sapaan akrab Lidya Azis pada Sabtu ( 27/8/2022 ).
Ibu paruh bayah yang selalu berpenampilan energik ini menyampaikam agar anak- anak lebih faham ketika mengalami proses karantina. Dalam karantina ini menghadirkan guru yang sudah profesional biar bisa menelurkan anak yang berprestasi di tingkat nasional.
“Bila ada ajang tingkat nasional mereka bisa jadi utusan duta ke luar negeri tidak memalukan,” ucap Bunda Lidya.
Acara Batik fiesta vaganza tingkat nasional ini kata Bu nda Lidya sudah di selenggarakan yang ke enam kali. Peserta kali ini di ikuti 70 peserta dari berbagai daerah yang tersebar di indonesia antara lain dari Papua,Makasar,Kalimantan,Jawa Timur, DKI Jakarta dan Bali .
“Dengan acara batik fiesta vaganza ini di harapkan ada perhatian khusus dari pemerintah . Harus ada suport agar mereka bisa berkiprah mempromosikan ke dunia luas soal batik,” Pungkasnya. (rofik)











