SURABAYA – Kedua paslon (pasangan calon) Walikota Surabaya sudah mulai mengkampanyekan visi dan misi dihadapan warga Surabaya. Bahkan kedua masing-masing paslon sudah mengobral janji- janjinya kepada warga Surabaya dengan fasiltas dana. Targetnya, utamanya dilingkungan masyarakat ditingkat RT (Rukun Tetangga).
Diibaratkan saat ini sudah mulai terjadi “Perang Janji Manis” dari kedua masing-masing paslon, Eri Cahyadi – Armudji (ERJI) dan Machfud Arifin – Mujiaman (MAJU).
Seperti yang disampaikan paslon Eri Cahyadi – Armudji saat peresmian Posko di Tambak Asri, Sabtu (12/9/2020). Dimana Eri Cahyadi berjanji sanggup akan memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta/bulan kemasing-masing RT.
Mengenai kesediaan anggaran untuk alokasi itu, Eri mengaku ada untuk anggaran itu. “APBD sebesar Rp 10 triliun sudah dianggarkan untuk infrastruktur. Berarti masih ada sisa dengan nominal segitu dan itu bisa dianggarkan untuk itu,” ujarnya.
Apabila “janji manis” ini dapat terealisasi dan paslon ERJI terpilih menjadi orang nomor satu di Surabaya. Dipastikan Pemkot Surabaya harus mengalokasikan anggarannya, karena harus menepati janjinya. “Jumlah RT di Surabaya, ada 10 ribu, kalau diberi Rp.1 juta/bulan, totalnya Rp 2 miliar,” tandasnya.
Hal yang sama juga dilakukan paslon Machfud Arifin – Mujiaman pada saat pertemuan dengan warga Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Senin (21/9/2020) yang diwakili Mujiaman.
Dimana Mujiaman mengatakan, selain melaksanakan program pembangunan yang menyentuh kampung-kampung, paslon MAJU juga menjanjikan akan memberikan perhatian khusus untuk pembangunan dikampung-kampung dengan mengalokasikan anggaran untuk setiap RT sebesar Rp 150 juta/tahun.
Yang menjadi pertanyaan publik, tentunya apakah bantuan yang dijanjikan para paslon ini sudah berdasarkan kajian yang mendalam. Sehingga bantuan yang diberikan akan benar-benar bermanfaat bagi warga Surabaya. Atau apakah ini hanya sekedar “janji manis” dimasa kampanye untuk menarik simpatik warga. (Imron)











