SURABAYA | bidik.news – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi teknologi tepat guna demi masa depan berkelanjutan. Terbaru, ITS meresmikan Water Station ramah lingkungan di Lapangan Marinir Bogowonto, Surabaya, sebagai langkah nyata menekan penggunaan botol plastik sekali pakai.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS, Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta dukungan dari TNI AL yang menyediakan lokasi strategis di kawasan militer tersebut.
“Water Station ini bukan hanya penyedia air minum, tetapi juga wujud nyata teknologi untuk kehidupan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Fadlilatul Taufany ST PhD, Direktur DRPM ITS.
Baca juga: Fira Jadi Maba ITS Termuda di Usia 15 Tahun
Teknologi Tepat Guna untuk Kurangi Sampah Plastik
Water Station ini dirancang oleh mahasiswa ITS dengan menggunakan sistem filtrasi efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini mengubah air keran menjadi air siap minum berkualitas tinggi, yang dinilai mampu mengurangi penggunaan hingga 4.000 botol plastik dan menekan emisi karbon sekitar 0,33 ton CO₂.
Menurut Taufany, air keran di Surabaya masih mengandung partikel dan kontaminan yang perlu disaring terlebih dahulu. “Kami berharap teknologi ini memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Pengabdian Masyarakat dan SDGs
Proyek Water Station juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan pembentukan karakter mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya belajar teknik dan desain, tetapi juga empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial,” terang Taufany, yang juga dosen Departemen Teknik Kimia ITS.
Inovasi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-6 (akses air bersih), ke-12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab), dan ke-17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Harapan Kolaborasi Berkelanjutan
Taufany berharap kolaborasi lintas sektor ini terus berlanjut di berbagai bidang, termasuk pengembangan teknologi lainnya yang berorientasi pada lingkungan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.











