GRESIK — Setelah mengikuti pelatihan membuat batik ” Sibori” sebulan lalu, antusias untuk saling berkomunikasi tentang proses membatik sekaligus pemasaran semakin intensif, dan kita semakin tertantang untuk mewujudkan gagasan dari istri para gojek ini untuk menjadi UKM yang tangguh, demikian diungkap oleh Rr Henny Eka Ferdian alias Amik seusai memberikan pelatihan membatik Sibori lanjutan. di markas Gojek Jl Kartini. Kamis ( 6/8).
” Sebagai instruktur sekaligus pendamping UKM , kami tertantang untuk mewujudkan impian dari para istri gojek yang sejak pandemi Corona semakin memburuk karena minimnya pendapatan pada keluarga, dengan mengajarkan pengetahuan, dan sekaligus ketrampilan dalam membuat batik Sibori yang bermutu tinggi, dan termasuk cara menjual sekaligus menaikkan nilai jual batik tersebut,” ungkap Amik.
Lebih lanjut dikatakan, rata rata para istri gojek yang ibu rumah tangga dengan hanya mengurus anak dan istri, ketika di sentuh kemampuan dan waktu luang untuk menambah penghasilan keluarga, ternyata mereka sangat antusias dari mulai menyiapkan mental, sekaligus merubah pola pikir untuk menjadi pengusaha yang sukses.
Salah seorang pengurus URC Satmata Sunarko yang selalu membantu para gojek kalau ada masalah di jalanan ,”Kami pengurus URC dengan bangga bisa membuat kegiatan yang bermandaat bagi keluarga besar gojek,Kami menggandeng Amik dan YDSF untuk memberikan pelatihan dan bimbingan, ” paparnya.
Kepala YDSF Gresik Aries Munandar merasa gembira bisa ikut berkontribusi memberikan pengetahuan, ketrampilan , sekaligus menumbuh kembangkan mental sebagai UKM .
“Kami ini lembaga penghimpun zakat, sedekah, termasuk kurban, untuk disalurkan kepada yang berhak, dan selama ini yang dikenal oleh masyarakat bahwa YDSF sebagai bapak asuh dari anak yatim, kami lebih merespon kegiatan masyarakat untuk pemberdayaan, sehingga saat ini sebagai penerima manfaat sedekah dan zakat, kedepannya kelompok penerima ini sudah bisa mengeluarkan sedekah atau zakat, sehingga kami bisa menebar manfaat kepada masyarakat yang lebih luas lagi,” pungkas Aris.











