GRESIK|BIDIK – Salah satu remaja yang baru lulus sekolah dan terlibat dalam gerombolan teroris dan sempat di lumpuhkan oleh jajaran Polri di Tuban awal April lalu, menjadi ide untuk penulisan lomba karya tulis, dengan penelitian disertai wawancara kepada sejumlah tokoh di wilayah kerjanya, membuat Kepala KUA Sangkapura Nasichun Amin meraih juara 1 tingkat Jatim, dan berhak mewakili ke tingkat Nasional, hal ini di umumkan oleh panitia ( tim juri ) yg berlangsung hingga malam hari di salah satu hotel, kawasan Trawas, Mojokerto Selasa malam.
In toleran, dan perilaku menyimpang terutama dikala gan muda ini disebabkan oleh beragam alasan, mulai dari dampak teknologi, dampak dari salah memilih teman dan kawan dalam pergaulan,
Berbagai tokoh yang sempat di wawancarai,seperti Ketua MUI Kecamatan Sangkapura, Sekretaris Dewan Masjid Sangkapura, mantan panitera PA Sangkapura, beberapa takmir masjid, politisi beberapa partai, wartawan di Sangkapura, intinya juga sama dalam menjawab soal Intoleran, perilaku menyimpang dalam beragama, meski dalam menggunakan gaya bahasa yang berbeda.
Amin sapaan akrab dari kepala KUA Sangkapura berharap agar KUA ( Kemenag kecamatan) adalah garda terdepan dari Departemen Agama, yang selalu berhadapan langsung dengan masyarakat, dan beberapa fungsi KUA bisa berjalan baik ketika komunikasi dengan masyarakat berjalan dengan baik, misalnya soal kemasjidan, soal keluarga, soal wakaf, soal nikah, dan rujuk serta berbagai macam fungsi bimbingan yang berhubungan dengan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Semoga karya tulis saya ini, bisa meng inspirasi penghulu yang lain dan bisa diterapkan ditempat yang lain menurut situasi dan kondisi, ” jelas Amin terbata bata menahan haru. ( ali)







