SURABAYA | BIDIK – Hujan deras yang disertai angin puting beliung yang sering terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan banyaknya pohon dan papan reklame tumbang. Kerap tumbangnya pohon dan papan reklame tersebut menimpa kabel listrik PLN, sehingga aliran listrik terputus. Untuk itu masyarakat dihimbau berhati-hati dan waspada.
Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjatim, Pinto Raharjo,
meminta masyarakat untuk bersikap kooperatif ikut membantu melaporkan sesuatu yang berpotensi mengganggu kelancaran pasokan listrik ke pelanggan.
“Kami sudah menyiagakan petugas yang disebut Mandor Line. Mereka bertugas melakukan investigasi jaringan di sejumlah lokasi, apakah ada pondasi tiang listrik yang retak, ada dahan yang mendekati jaringan, ada kabel yang mengelupas atau ada material lain yang rusak,” ujar Pinto, Kamis (23/11/2017).
Ditambahkannya, melihat jangkauan jaringan listrik PLN yang sangat luas, kinerja mereka menjadi kurang maksimal. Dalam kondisi cuaca tidak menentu disertai angin kencang di berbagai daerah, kepedulian masyarakat terkait jaringan listrik ini sangat diharapkan.
Seperti kejadian Rabu (22/11/2017) sore hujan deras diikuti angin puting beliung melanda berbagai daerah di Jatim. Belakangan, angin yang bergerak memutar dengan kekuatan tinggi itu telah memporakporandakan sejumlah rumah dan bangunan di Kecamatan Waru dan Sedati Sidoarjo.
Sejumlah pohon tumbang di Desa Tambak Rejo dan Desa Tambak Sawah Kec Waru dan Desa Kalanganyar Kec Sedati Sidoarjo. Atap bangunan rumah warga termasuk kubah sebuah masjid juga sempat diterbangkan angin
Menurut Pinto, sekecil apapun gangguan yang terkait jaringan listrik PLN harus segera diatasi agar pasokan listrik kepada konsumen tidak terganggu. “Kami minta masyarakat untuk tidak segan-segan melapor. Berbahaya kalau gangguan itu dibiarkan,” ujarnya.
Dia mencontohkan pohon yang dahan atau daunnya telah mendekati jaringan listrik, akan menyebabkan gesekan antara kabel listrik dengan dahan. Dan jika hal tersebut dibiarkan, maka pembungkus kabel akan terkelupas dan memicu hubungan arus pendek.
Masyarakat juga diminta untuk tanggap jika hujan deras telah menyebabkan listrik padam, karena ada kemungkinan jaringan ke arah situ tertimpa pohon tumbang atau ada trafo yang meledak. Salah satu kanal yang bisa dipilih masyarakat untuk melakukan pelaporan, adalah dengan menghubungi 123 atau langsung ke kantor pelayanan PLN terdekat.
Hingga saat ini, pasokan listrik Jatim dari berbagai pembangkit listrik di Jatim mencapai sekitar 8.670 Mega Watt (MW) atau jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan listrik yang rata-rata mencapai 5.000 MW. “Kalaupun ada listrik padam, pasti itu karena gangguan. Bukan karena suplai listrik yang berkurang,” tegasnya. (hari)



