SURABAYA | BIDIK – Dalam rangka aniversary Daihatsu yang ke-110 tahun, Daihatsu menggelar berbagai acara guna memanjakan pelanggan setianya, salah satunya program ‘Daihatsu Setia’. Daihatsu Setia merupakan program rekondisi kendaraan pelanggan setia yang terpilih menjadi seperti baru keluar dari pabrik.
Daihatsu memperbesar cakupan program tersebut menjadi 110 unit mobil Daihatsu, dengan tipe mobil yang lebih beragam seperti Xenia, Terios, Sirion, dan Luxio di seluruh Indonesia dari program sebelumnya yang bernama Xenia Setia.
Pada program ini, mobil pelanggan Daihatsu Setia terpilih, direkondisi mulai dari engine, chasis, drive train, interior, exterior, material, painting hingga accessories dalam jangka waktu sekitar dua bulan. Pelanggan juga dimanjakan dengan dipinjamkan mobil pengganti oleh Daihatsu.
Salah satu pelanggan setianya adalah pemilik Daihatsu Xenia di tahun pertama kemunculannya 2004, yaitu Roni Anata.
”Saya sangat puas dengan Xenia karena desainnya bagus, dan sesuai seperti yang di rekomendasikan dari teman-teman. Yang lebih bagus lagi, walaupun sudah 13 tahun dan menempuh jarak 216.513 kilometer (KM), saya tidak pernah mengalami masalah yang berarti, dan bensinnya juga sangat irit untuk kantong saya,” ujarnya pekan lalu.
Sementara Budhy Lau selaku Regional Manager Astra Daihatsu International Jatim menjelaskan, program ini bukan semata untuk meningkatkan angka penjualan, tetapi menjadi salah satu program pemberian penghargaan atau reward kepada pelanggan setia. “Kami berikan reward berupa pembenahan kendaraan sepert baru keluar dari diler,” katanya.
Tahun ini, lanjutnya, Daihatsu bisa lebih baik dibanding tahun lalu. Saat ini masyarakat lebih banyak memilih mobil yang multifungsi dan ramah lingkungan lebih terjangkau. Selain untuk transportasi keluarga juga untuk keperluan pekerjaan.
Penyerahan mobli rekondisi Daihatsu Setia kali ini sebanyak 18 unit untuk wilayah Jatim, termasuk 6 unit yang diserahkan kepada pelanggan di Surabaya. Juga telah berlangsung sebelumnya untuk wilayah Jateng, yaitu di Solo (8 unit), Cirebon (10 unit), Padang (20 unit), Makassar (6 unit), dan Pontianak (8 unit). (hari)









