BIDIK NEWS | JAKARTA – Indosat Ooredoo, memberikan donasi sebanyak 1.400 komputer untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Hal ini sejalan dengan 2 pilar pada program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Indosat, yaitu pilar Edukasi dan pilar Pengembangan Komunitas.
Pendidikan faktor penting dalam pembangunan SDM dan komputer menjadi salah satu perangkat teknologi yang memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih kreatif dan interaktif. Di sisi lain, rata-rata tingkat penggunaan komputer oleh pelajar di Indonesia di 2018 baru mencapai 32,04%.
Director & Chief Innovation and Regulatory Officer Indosat Ooredoo, Arief Musta’in, mengatakan, sangat senang berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia untuk mewujudkan program donasi komputer ini. Hal ini sejalan dengan fokus CSR Indosat di pilar Pendidikan dan Inovasi, yang sampai akhir 2018 telah memberikan manfaat kepada 85.230 orang melalui inisiatif Indonesia Belajar yang dijalankan sejak 2006.
“Kami berharap program ini dapat membantu memperkuat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” ungkap Arief, Rabu (20/2)
Sementara Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee mengaku senang pihaknya dapat mendorong potensi SDM melalui program CSR Donasi Komputer hasil kolaborasi antara program filantrofi Microsoft Indonesia dengan Indosat Ooredoo.
“Kami percaya, pemberian lisensi operasi Windows 10 untuk 1.400 komputer yang didonasikan oleh Indosat akan bermanfaat bagi yayasan agar dapat terus meningkatkan kualitasnya di segala aktivitas untuk memberdayakan masyarakat lebih banyak lagi. Kedepan kami berharap program CSR Donasi Komputer ini dapat terus berjalan dan membangun lebih banyak talenta-talenta digital generasi muda Indonesia,” tegasnya.
Donasi 1.400 perangkat komputer lengkap dengan lisensi system operasi Windows10 disalurkan kepada 4 Yayasan, yaitu Yayasan Cinta Anak Bangsa, Special Olympics Indonesia, Wahana Visi Indonesia, dan Yayasan Filantra.
Para mitra penerima donasi ini akan menggunakan perangkat komputer tersebut untuk berbagai program pelatihan dan pengembangan, yang memuat materi pengenalan komputer dan pemanfaatan aplikasi untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan serta pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya perempuan.
Program CSR ini akan menyasar siswa sekolah maupun masyarakat umum sebagai peserta pengembangan, dengan target penerima manfaat lebih dari 7.000 orang yang tersebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia. (hari)











