SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait “plesirnya” Bupati Sidoarjo bersama pejabat OPD ke Badung, Bali pada Jumat, (14/1/2022).
Di saat kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi masuk ke Jawa Timur akhir tahun 2020 lalu, Gubernur Khofifah bergerak cepat melakukan langkah-langkah antisipatif agar varian omicron tidak menyebar luas di Jawa Timur.
Salah satunya adalah gencarkan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, waspada serta terus disiplin dan selalu memakai masker saat keluar rumah.
Bahkan, Khofifah bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya terus berkolaborasi dan sinergi dalam upaya memasifkan vaksinasi mulai pelajar sampai lansia dan anak – anak guna tercapainya herd immunity.
Namun, di tengah gencarnya himbauan, gubernur Jatim kepada masyarakat untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan varian omicron, justru bupati dan pejabat OPD dengan mengajak istri/suami di lingkungan pemkab Sidoarjo malah “plesir” ke Bali yang dikemas dalam acara bimtek program peningkatan kapasitas OPD terkait penjabaran visi- misi bupati dan wakil bupati ke pemkab Badung, Bali, selama tiga hari, mulai Jumat – Minggu, (14 – 16/ 1/2022).
Menanggapi hal itu, Gubernur Khofifah saat dikonfirmasi bidik.news terkait “plesirnya” Bupati Sidoarjo beserta rombongan pejabatnya, akan segera menindaklanjuti dan mengeceknya.
Bahkan ketika ditanya apakah ada sanksi / teguran terhadap pejabat bersangkutan, mantan Mensos RI tersebut hanya menjawab singkat, bahwa pihaknya akan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Saya cek detailnya ya,” jawab Khofifah singkat, melalui WhatsApp, Sabtu (15/1/2022).
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa heboh, bupati dan perangkatnya “plesir” ke Bali di tengah maraknya varian omicron berawal dari surat dinas sekda yang bocor.
Sementara, Plt Kadiskominfo Sidoarjo, Misbachul Munir saat di konfirmasi Jumat malam, (14/1/2022) membenarkan hal tersebut.
Misbach, yang juga Sekdin Dinsos ini menyampaikan, tujuan ke pemkab Badung Bali, seperti keterangan kepala BKD acaranya adalah untuk peningkatan kapasitas kepala OPD dan membangun sinergitas dalam mewujudkan visi- misi bupati.
“Terkait tempatnya di Bali seperti yang disampaikan kepala BKD, karena semua nara sumbernya dari Bali, termasuk Bupati Badung dan para pejabat Pemkab Badung,” pungkasnya










