GRESIK I bidik.news – Terkait viralnya video penghentian ibadah Jemaat Kristiani di Perum Cerme Indah, Polsek Cerme bersama Forkopimcam, Kades dan bebarapa tokoh masyarakat bergerak cepat menggelar mediasi bertempat di balai Desa Betiting, Kamis (09/05/2024).
Kejadian penghentian kegiatan ibadah jemaat Kristiani (GPIB Benowo Surabaya) yang dilakukan oleh sejumlah orang pasutri Yoyok dan Yayik bersama 1 orang laki-laki.
Waktu itu sekitar pukul 19.00 WIB pada hari Rabu tanggal 08 Mei 2024 bertempat di rumah kediaman Hormali Sirait (Manurung) Perum Cerme Indah RT/11 RW/03 Desa Betiting Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik terjadi penghentian kegiatan ibadah jemaat Kristiani (GPIB Benowo Surabaya) yang dilakukan oleh sejumlah orang pasutri Yoyok dan Yayik bersama 1 orang laki-laki.
Aksi penghentian itu sempat terekam video dan viral di Medsos (FB dan IG), sehingga menimbulkan beragam reaksi dan komentar di kalangan netizen.
Hadir pada mediasi, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo, Bakesbangpol Nanang S, perwakilan dari Koramil Cerme, Camat Cerme Umar, Kades Betiting Musoli, perangkat Desa dan pihak yang bertikai yakni keluarga Hormali Sirait (Manurung) serta keluarga dari bapak Yoyok.
Hasil mediasi telah disepakati bahwa kedua belah pihak saling memaafkan dan menghormati serta menghargai tanpa ada paksaan.
Bapak Hormali Sirait pada mediasi itu berharap agar kegiatan ibadah tidak dilarang dan bisa dilakukan di rumah. Sedangkan Bapak Yoyok dan keluarga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya menghentikan kegiatan ibadah dan berharap ada komunikasi.
Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo menyatakan bahwa hasil mediasi kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan, menghormati dan menghargai. Kejadian yang terjadi dapat dijadikan evaluasi dan hikmah untuk bisa saling menjaga ego masing-masing untuk ketertiban dalam bermasyarat.
“Kesepakan damai tersebut telah ditanda tangani diatas materai oleh kedua belah pihak,” tegas Kapolsek Cerme.
Ditambahkannya, kejadian ini dapat menjadikan evaluasi dan hikmah untuk menjaga kerukukan beragama. Masyarakat terus melakukan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling menghormati antar umat beragama dan menjaga kerukunan hidup bermasyarakat. Tingkatkan komunikasi yang inten agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kades Betiting Musoli bersyukur kejadian yang menimpa wilayahnya dapat diselesaikan dengan jalur damai.
“Alhamdulilah peristiwa tersebut sudah dilakukan mediasi dan menghasilkan perdamaian. Semoga di Desa Betiting khususnya di wilayah perumahan Cerme Indah tidak ada lagi peritiwa serupa. Kami berharap semua warga dapat menjaga ketertiban dan keamanan sehingga tercipta lingkungan yang tentram, aman dan kondusif,” terangnya. (him)











