• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home EKONOMI

Hari ke-2 ISEF Lahirkan Kesepakatan Kerjasama Senilai Rp 3 Triliun

Ida by Ida
7 years ago
in EKONOMI
Reading Time: 3 mins read
0
ISEF hari ke-2 digelar business matching yang mempertemukan UMKM di Jatim dengan buyer dari Malaysia, Turkmenistan dan Kadin Sumatra Utara. (Foto : hari)

ISEF hari ke-2 digelar business matching yang mempertemukan UMKM di Jatim dengan buyer dari Malaysia, Turkmenistan dan Kadin Sumatra Utara. (Foto : hari)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BIDIK News | SURABAYA – Bank Indonesia (BI) terus menjaga komitmennya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya mendorong industri halal tanah air. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sampai saat ini masih menjadi pasar bagi produk halal dari negara lain, belum menjadi produsen/player.

Memperhatikan fenomena itu, pada gelaran The 5th Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, Rabu (12/12) hari kedua, di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, digelar business matching yang mempertemukan UMKM di Jatim dengan buyer dari Malaysia, Turkmenistan dan Kadin Sumatra Utara.

“Total terdapat lebih dari dari 250 produk yang mengikuti business matching kali ini. Produknya adalah produk yang telah kami pastikan untuk siap ekspor, baik secara kualitas maupun kuantitas,” tutur Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim.

Business Matching yang berlangsung 1 jam itu berhasil melahirkan kesepakatan kerjasama senilai Rp 3 miliar antara IKM Jatim dengan Yusma Family Trading Malaysia. “Hal ini menjadi bukti bahwa barang UMKM Jatim tidak kalah dengan daerah lain. Permasalahannya, hanya bagaimana mencari pasar yang sesuai,” lanjut Difi.

Dari sisi kualitas, jaminan terhadap produk halal untuk pasar ekspor mutlak diperlukan, Sebagai bentuk dukungan, BI bekerjasama dengan LPPOM MUI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM Jatim menginisiasi program sertifikasi halal yang diberikan pada 100 UMKM yang tersebar di seluruh Jatim.

“Saat ini, masyarakat mulai makin memiliki kesadaran terhadap aspek halal suatu produk, tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri. Karena itu, halal value chain menjadi aspek yang penting dalam peningkatan kualitas produk ekspor Indonesia,” tutur Difi A. Johansyah.

Produk yang telah memiliki sertifikasi halal di Indonesia, lanjutnya, didominasi produk makanan dan minuman (61%), farmasi (26%) dan kosmetik (11%),” tutur Hendra Utama, Staf Khusus Direksi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan kosmetika LPPOM-MUI.

Salah satu permasalahan dalam ekspor produk halal adalah adanya standardisasi halal yang berbeda-beda di masing-masing negara. “Sejumlah pengusaha merasa kesulitan ketika terdapat persyaratan yang berbeda-beda untuk melakukan ekspor ke suatu negara. Solusinya adalah menyediakan information center di dinas terkait supaya para pengusaha memperoleh informasi yang lengkap terkait ekspor produk halal ke suatu negara tertentu,” tutur Irwan Santo Widjaja, Ketua Komite Pembinaan dan Pengembangan UMKM Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia.

Selain menyediakan information center, terdapat sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk membuka pasar ekspor produk halal Indonesia ke luar negeri. Pertama, pemilihan negara ekspor yang mengutamakan negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia, seperti Pakistan, India, Bangladesh dan Mesir. Kedua, memanfaatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk memperkenalkan produk halal Indonesia. Ketiga, pemasaran yg inovatif dan mengikuti tren terkini yg menekankan pada halal lifestyle.

”Inovasi ini penting, karena kita akan bersaing dengan produk asing yang memiliki kualitas dan teknis pemasaran yang tak kalah bagus” tutur Salman Subakat, Chief Marketing Officer PT. Paragon Technology and Innovation.

“Selain itu, perlu juga pengusaha untuk membuat produk yang memiliki keunikan tersendiri,” imbuh Kustanto, Ketua Komunitas Eksportir Muda Indonesia.

Keempat, sinergi baik antar instansi maupun eksportir juga dibutuhkan. “Tak kalah penting juga adalah dengan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang telah difasilitasi kementerian/lembaga terkait dalam mendorong ekspor seperti Trade Expo yang digelar secara rutin tahunan oleh Kementerian Perdagangan RI,” tutur Andromeda, Ketua Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia Yogyakarta.

Berbagai kesepakatan juga terjadi selama penyelenggaran ISEF hari kedua ini. Pada kegiatan  Waqf Caring Day dilakukan penandatanganan MoU Dompet Dhuafa dengan IPHI Pasuruan untuk kerjasama pembangunan rumah sakit. Beberapa lembaga dan perbankan syariah juga melakukan komitmen terhadap cash waqf linked sukuk sebesar Rp 1,2 triliun. Dilakukan juga MoU Forum Wakaf Produktif dengan Koperasi Pesantren Al-Ihya Pandeglang, Banten untuk kerjasama pengembangan produksi pengolahan kelapa.

Pengembangan wakaf produktif dibutuhkan untuk mendorong perekonomian nasional, khususnya di tengah masih terbatasnya pembiayaan sosial atau Islamic Social Finance. Indonesia memiliki potensi realisasi wakaf yang besar. Sejalan dengan inovasi yang terus berkembang, instrumen-instrumen keuangan sosial Islam seperti wakaf dapat lebih diperkuat, sehingga makin berperan mendukung berbagai aktivitas produktif dan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu.

“Dalam jangka panjang, instrumen ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian pertumbuhan Sustainable Development Goals (SDGs) seperti mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, dan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta memperkecil kesenjangan sosial,” tutur Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto.

Berbagai langkah untuk mengembangkan wakaf telah dilakukan BI bekerjasama dengan berbagai pihak, antara lain penyusunan dan penerbitan Waqf Core Principles (WCP) dan penerbitan Waqf- Linked Sukuk (WLS). Selain itu, BI juga bekerjasama dengan Universitas Darussalam Gontor mendirikan pusat pendidikan bidang wakaf Internasional Center of Awqaf Studies (ICAST).

ICAST merupakan wadah pengembangan keilmuan yang mencakup pengembangan kurikulum dan edukasi melalui program studi pascasarjana Magister Wakaf, program sertifikasi nadzir wakaf, research and development, seminar dan pelatihan, serta publikasi terkait wakaf.

Kesepakatan lain juga tercipta pada momen Sharia Fair. Yakni kerjasama dengan total nilai Rp 3,623 triliun antara BJB Syariah dengan 15 debitur, pisma group dengan Ponpes Al Anwar 2 Rembang, Bank Muamalat Indonesia dengan Lembaga Wakaf MUI, sindikasi perbankan syariah dengan PT Jakarta Toll Road Development, serta kesepakatan lainnya. (hari)

Related Posts:

  • IMG-20181216-WA0008
    Babak Baru Bangkitnya Pengembangan Ekonomi Syariah
  • IMG-20181211-WA0025
    3 Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren
  • IMG-20181206-WA0048
    ISEF Untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat Berbasis Syariah
  • BI Dorong Jatim Leader Pengembangan Ekonomi Syariah
  • WhatsApp Image 2023-09-06 at 09.58.39
    FESyar 2023 BI Jatim Genjot Literasi Ekonomi Syariah
  • Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim saat jumpa media, Kamis (31/10/2019) malam di resto Omah Sae, Surabaya. (Foto : Ist)
    Mengangkat Keberhasilan Pesantren Membangun Ekonomi Syariah
Previous Post

Bawaslu Gresik Beserta Jajaran Menertibkan APK Melanggar

Next Post

Berkonsep Minimarket, Polipreneur Sediakan Produk Brand Resmi dan UMKM

Ida

Ida

RelatedPosts

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif
EKBIS

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

by Haria Kamandanu
16/01/2026
0

  SURABAYA | bidik.news - Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menyebutkan kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 tetap tumbuh positif...

Read moreDetails
PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

16/01/2026
Dihadiri Wagub Emil, PKDI Jatim Siap Sukseskan Program Nasional Meski Fiskal Desa Terbatas

Dihadiri Wagub Emil, PKDI Jatim Siap Sukseskan Program Nasional Meski Fiskal Desa Terbatas

16/01/2026

Kakanwil dan Kalapas se-Jatim Panen Raya Semangka di Banyuwangi

16/01/2026

TPS Perluas Ruang Terbuka Hijau

16/01/2026

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Kesiapsiagaan Bencana Harus Dipersiapkan Sejak Sekolah

15/01/2026
Next Post
Berkonsep Minimarket, Polipreneur Sediakan Produk Brand Resmi dan UMKM

Berkonsep Minimarket, Polipreneur Sediakan Produk Brand Resmi dan UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

16/01/2026
PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

16/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.