• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home PENDIDIKAN

Haedar Nashir: Keislaman dan Keindonesiaan Tak Harus Dipertentangkan

Haria Kamandanu by Haria Kamandanu
6 years ago
in PENDIDIKAN
Reading Time: 2 mins read
0
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr KH Haedar Nashir M Si, saat menyampaikan bahasannya di acara seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di Umsida Sidoarjo, Selasa (3/3/2020).

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr KH Haedar Nashir M Si, saat menyampaikan bahasannya di acara seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di Umsida Sidoarjo, Selasa (3/3/2020).

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir M Si hadir dalam Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Selasa (3/3).

Acara bertajuk Dar al-Ahdi Wa as-Syahadah: Model Ideal Hubungan Agama dan Negara ini merupakan 1 dari 22 seminar yang diselenggarakan sebagai kegiatan dari Pra-Muktamar. Seminar yang berlangsung selama sehari ini dihadiri sekitar 1000 undangan seluruh Jawa Timur. Tampil juga sebagai pembicara, mantan Ketua PP Muhammadiyah Dr. Din Syamsudin, yang juga tampil pada sesi berikutnya.

Ditemui di sela-sela acara, Pimpinan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengungkapkan, “Tema ini sengaja kita angkat untuk refresh, memberi penyegaran, dan pemahaman terhadap khususnya umat islam maupun penggiat bangsa, bahwa Muhammadiyah melampaui dari organisasi islam lain yang telah merumuskan posisi dan sikap islam tentang Indonesia.”

Haedar, sapaan akrab Ketua PP Muhammadiyah ini menambahkan, “Bahwa bagi kami, antara keislaman dan keindonesiaan itu tidak ada sesuatu yang harus dipertentangkan.”

Pria kelahiran 25 Februari 1958 ini menyampaikan bahwa setelah Indonesia diproklamasikan dan dimerdekakan oleh para pendiri bangsa tahun 1945, sesungguhnya itu merupakan konsesus nasional, yang di dalamnya mayoritas muslim bersepakat menjadikan NKRI sebagai dasar Pancasila. “Bahwa ada pembeda antara Islam dengan Pancasila, lewat Piagam Jakarta yang kemudian terjadi titik temu, dimana sila-sila Pancasila itu bagi umat Islam sejalan, yang dapat mewadahi aspirasi bagi umat Islam, dan juga mewadahi aspirasi islam atau umat islam,” jelasnya.

Karena itu, sambung Haedar, maka umat islam Indonesia saat ini dan ke depan sampai kapanpun, tidak boleh lagi berpikir 2 hal. “Satu, menjadikan Indonesia sebagai negara agama, baik islam maupun agama lain. Karena kita sudah bersepakat Indonesia itu dasarnya Pancasila, yang sejalan dengan agama, lebih-lebih dengan Islam,” terangnya.

Dalam konteks ini, Haedar menjelaskan, hal ini menjadi sesuatu yang paradoks. “Menjadi pardoks kalau ada yang mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila, antara Pancasila dengan agama. Karena para pendiri kita telah menyelesaikannya,” jelasnya.

Yang kedua, Haedar memaparkan bahwa Indonesia jangan dijadikan sebagai negara sekuler atau ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila. “Negara komunis atau negara sekuler yang menjauhkan agama dari negara. Dengan komitmen ini, maka Insya Allah menurut Muhammadiyah, kita tidak akan lagi mengalami dan melakukan perdebatan-perdebatan teologis atau ideologis, yang menyangkut hubungan antara agama dengan Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.

“Apa kepentingan kita kedepan?” tanya Haedar saat ditemui usai penyampaian keynote speech dalam Pra-Muktamar.

Haedar menerangkan, bahwa persoalan teologis dan ideologis usai, maka akan aa tugas yang paling berat. “Bagaimana menjadikan Indonesia ini sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa, menjadi negara yang betul-betul merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Nah, dalam bahasa Muhammadiyah, cara berkemajuan di berbagai aspek kehidupan,” tuturnya.

“Kalau kita proyeksinya ke situ, maka Insya Allah kita akan mengerahkan seluruh energi, dan kolektif bangsa ini,” tambah Haedar.

Selain itu, Haedar memberi pesan kepada pemerintah, “Bagi pemerintah, harus jadi acuan juga bahwa dasar Pancasila itu sebagai sebuah kesepakatan nasional, integratif dengan agama, bahkan dengan kebudayaan bangsa. Karena pancasila lahir dari serapan nilai-nilai agama dan kebudayaan bangsa.”

Dan untuk seluruh penyelenggaraan negara itu juga harus mengintegrasikannya. “Para pejabat negara tidak boleh lagi bicara pertentangan antara negara dengan pancasila. Karena apa? selain menunjukan ketidakpahaman, juga akan memancing kembali konflik ideologis,” tegas Haedar.

Haedar mengakhiri penjelasannya. Ia mengungkapkan agar pemerintah bisa melangkah kedepan, yakni dengan menjadikan cita-cita nasional Indonesia sebagai orientasi dalam pergerakan. “Dasarnya sudah ada Pancasila, orientasi kita membangun bangsa juga sudah ada. Jadi Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur. Tinggal usaha kita untuk mengerahkan segala kemampuan, mana yang menjadi tugas pemerintah, dan tugas organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah,” tandasnya.

Related Posts:

  • seminar Umsida
    Rektor Umsida Minta Al Islam dan Kemuhammadiyahan…
  • umsida sdh
    Umsida Sosialisasi Darul Ahdi Wa Syahadah
  • kuliah umum Aisyiyah
    Kuliah Umum Peneguhan Ideologi Muhammadiyah di Umsida
  • PP Muhammadiyah dan YTB Turki
    UMSIDA Akan Manfaatkan Kerjasama Pendidikan Antara…
  • Bupati Sidoarjo hadiri seminar kebijakan publik
    Peran Mahasiswa Membangun Sidoarjo
  • WhatsApp Image 2022-05-11 at 05.13.35
    Umsida Luncurkan Unit Bisnis dan Ekspor Perdana…
Previous Post

Corona Masuk Indonesia, Pemprov Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik

Next Post

Polemik Lahan di Desa Segobang Berlarut-larut Akibat Perilaku Kades

Haria Kamandanu

Haria Kamandanu

RelatedPosts

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja
SIDOARJO

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

by Rofik hardian
18/01/2026
0

SIDOARJO l bidik.news - Paguyuban Warga Kristiani ( PWK ) Perumahan Mentari Bumi Sejahtera ( Perum MBS ) desa Kalipecabean...

Read moreDetails
DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

17/01/2026
Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

17/01/2026

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

16/01/2026

PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

16/01/2026

Dihadiri Wagub Emil, PKDI Jatim Siap Sukseskan Program Nasional Meski Fiskal Desa Terbatas

16/01/2026
Next Post
Polemik Lahan di Desa Segobang Berlarut-larut Akibat Perilaku Kades

Polemik Lahan di Desa Segobang Berlarut-larut Akibat Perilaku Kades

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

18/01/2026
DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

17/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.