GRESIK | BIDIK.NEWS – Sosialisali perundang-undangan tahap V yang dilakukan oleh anggota DPRD Gresik kembali digelar. Kali ini, H Khoirul Huda dan Hj Lilik Hidayati melaksanakan di Kantor DPC PPP, Minggu (18/9).
Hj lilik Hidayati yang tampil di awal lebih memberi perhatian khusus kepada para petani, pada saat gagal panen di harapkan bantuan pemerintah untuk memberikan stimulus sebagai gantinya dari kerugian yang dialami oleh petani yang ada di wilayah kabupaten Gresik.
“Di wilayah Kabupaten Gresik mengalir 3 sungai besar, baik di wilayah selatan, tengah, dan utara, sehingga saat musim hujan yang agak ekstrim, sering kali petani baik sawah maupun tambak yang mengalami gagal panen, baik karena banjir, hama, atau bencana yang lain, harapan kami Pemerintah hadir sehingga mereka berdaya dan bisa memulai bertanam kembali tanpa terlilit hutang,” papar Hj Lilik.
Dalam sesi tanya jawab ada usulan dari ibu Nuriyah, yang mengharapkan subsidi pupuk perlu di tambah, karena kebutuhan petani akan pupuk masih kurang banyak, jika ada harga sangat mahal, tidak sesuai dengan hasil panen jika di hitung.
H Khoirul Huda yang tampil di sesi selanjutnya juga sangat disimak oleh peserta yang hadir, selain materinya menarik, juga bahasa yang disampaikan komunikatif serta dipahami para peserta.
“Sosialisasi ini sangat penting kami berikan kepada masyarakat. Dengan harapan warga dan masyarakat se Kabupaten Gresik terlindungi dengan adanya Perda tersebut,” terang Huda memulai sesi selanjutnya.
Ada 3 Perda yang disosialisasikan, yakni Perda Gresik No. 1 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Perda No 14 Tahun 2019 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Selain itu, Sosper juga menyosialisasikan Perda No. 16 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat. (ali)











