GRESIK I bidik.news – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyoroti pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Gresik yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gresik didorong membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan berjenjang untuk melahirkan talenta sepak bola daerah.
Hal itu disampaikan Gus Yani saat melepas tim Gresik United U-13 dan U-15 yang akan berlaga membawa nama Gresik pada Piala Soeratin 2026 di Jember, mulai 3 September 2026.
Menurut Gus Yani, kedua tim tersebut merupakan aset sekaligus harapan masa depan sepak bola Gresik. Ia berharap pembinaan sejak usia dini menjadi pintu lahirnya pemain yang nantinya mampu memperkuat tim Kabupaten Gresik.
“Anak-anak ini adalah harapan bagi kami, prestasi bagi pemerintah dan merupakan aset pemain nanti di tim Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani, Selasa (1/9/2026).
Gus Yani mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dalam pembinaan sepak bola di Gresik. Salah satunya, masih banyak sekolah sepak bola (SSB) yang belum terangkum dalam sistem pembinaan Askab PSSI Gresik.

“Masih banyak pekerjaan rumah di Askab PSSI Gresik. Kami berharap ada sosok yang bisa menjalankan program di dalamnya dengan baik,” tegasnya.
Ia menilai, sosok yang nantinya memimpin Askab PSSI Gresik harus memiliki pemahaman terhadap sepak bola sekaligus komitmen kuat terhadap pembinaan pemain usia dini.
“Kita tunggu Munas PSSI pusat (akhir tahun ini), nanti kita tata kembali Askab PSSI Gresik. Struktur harus orang yang suka bola dan orang bola tentunya,” ujarnya.
Nama Dodik Suprayogi Mengemuka
Dalam kesempatan tersebut, nama Dodik Suprayogi turut mengemuka sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki pengalaman di dunia sepak bola.
Dodik merupakan penasihat Gress One FC sekaligus mantan pemain Mitra Surabaya, PSDS Deli Serdang dan Persebaya Surabaya.
Ketika ditanya mengenai sosok Dodik, Gus Yani memberikan respons positif.
“Cocok itu, saya setuju,” tegasnya.
Dodik sendiri mengaku sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Namun, ia menyadari memimpin Askab PSSI Gresik bukan pekerjaan mudah, terutama jika harus membangun sistem pembinaan pemain usia dini dari bawah.
“Kalau ditanya siap atau tidak, ya harus siap. Tapi tidak boleh main-main. Pembinaan itu membutuhkan dukungan, pertandingan berjenjang dan fasilitas yang menunjang,” kata Dodik yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.
Sementara itu, Exco/Komite Usia Muda Askab PSSI Gresik, Agita Desi Dwijaning Ayu, menjelaskan bahwa kepengurusan Askab PSSI Gresik sekitar tiga tahun terakhir dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).
Kondisi tersebut terjadi setelah ketua sebelumnya mengundurkan diri karena mengikuti pencalonan legislatif.
“Tiga tahun ini Plt. Pak Ketua mengundurkan diri karena ikut pencalonan legislatif,” pungkasnya.











