SURABAYA – Semua situs bersejarah perlu dilestarikan keberadaannya sebagai bentuk penghargaan atau contoh bahwa ulama terdahulu mengutamakan jamiyahnya dari pada jalan sendiri. ” Karena kita tahu ulama merupakan representasi dari umatnya,” terang Ahmad Hilmi Wakil Ketua Yayasan Raudhatul Mahruf Bangil Pasuruan, Jum’at ( 15/11).
Karena itu, lanjut Hilmi, apapun yang menjadi peninggalan ulama harus dijaga dan bisa diturunkan dedikasikan ke anak kita. Para ulama dulu tidak hanya mengedepankan pendidikan tetapi juga iku kemerdekaan.”Berangkat dari ketidaktahuan dari sejarah seperti situs maka selayaknya tempat bersejarah seperti tempat lahirnya hari santri, tempat lahirnya NU, tempat perjuangan Nu Bisa diapresiasi kepada masyarakat , ” terang Gus Hilmi, yang juga Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB ini.
Ahmad Hilmi menerangkan bahwasanya bahwa Hal ini perlu di jalanjan agar masyarakat tahu sejarah bahwasanya NU sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dengan seluruh tenaga dan berpartisipasi demi berdirinya NKRI.
” Bisa dikoordinasikan dengan dinas pendidikan tinggal kita mengikuti prosedural tentukan situs situs itu sudah resmi diakui negara. Tinggal meneruskan ke isi dari sejara itu agar dapat dipahami anak-anak, ” tutupnya. ( rofik)











