GRESIK | bidik. news – Seakan tergerus olah zaman, makanan tradisional khas dan asli dari tanah air saat ini sudah jarang di temui, dan generasi milenial juga kadang lebih hafal yang dari negeri seberang, demikian diungkap oleh Komisaris Utama sekaligus
Owner PT Dharma Graha Utama , drg. Bambang Soengging Soerjasmoro MBA, usai pembukaan pasar djadoel di Gress Mall.
” Kita mesti ikut melestarikan makanan tradisional, sekaligus menaikkan brand image dari para pelaku dari penjual makanan tradisional yang biasanya dari para UMKM kelas bawah, dengan berjualan di mall membuat pengunjung dari mall semakin terbiasa makanan yang dulu sering dikonsumsi oleh orang tua dan nenek moyang kita, ” jelas Bambang.
Gress Mall menggandeng puluhan pedagang makanan tradisional aneka jenis untuk membuka lapak di Atrium, dan pakaian yang dikenakan oleh pada pedagang juga menyesuaikan ” tempo doeloe”.
Wakil Bupati Aminatun Habibah, memberikan apresiasi terhadap berlangsungnya acara ini. Hal ini disampaikan wabup kala membuka Pasar Djadoel Grissee, Rabu (09/08).
“Tak lupa, apresiasi juga untuk omah dhuafa bersama Gressmall dalam upayanya memprakarsasi acara ini. Ini menjadi suatu _spirit_ tersendiri bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Gresik. Dimana mereka difasilitasi untuk bisa mempromosikan dagangannya di Gressmall,” ungkap Wabup.
Terkait makanan tradisional Grissee (sebutan Gresik pada era kolonial) yang disajikan, Wabup yakin bahwa kuliner Gresik tidak kalah dengan makanan masa kini. Oleh karenanya, diperlukan promosi kepada generasi muda untuk memperkenalkan makanan-makanan tersebut.
“Mudah-mudahan melalui acara ini, bisa mengangkat ragam kuliner tradisional Gresik di generasi muda. Sehingga, dalam gilirannya akan mendorong berkembangnya UMKM di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. ( ali)











