BIDIK NEWS | GRESIK – Berdasar Surat Edaran (SE) dari KPU RI , dan juga dari KPU Kabupaten Gresik , serta Bawaslu Kabupaten Gresik, maka PPK secara serentak turun ke masing masing PPS untuk melakukan monitoring dan sekaligus chek lapangan terhadap pemilih ganda antar kabupaten dan antar propinsi, demikian dijelaskan salah satu Komisioner PPK Kebomas Nur Faizah saat turun di PPS Kelurahan Kebomas dan Kawisanyar, Minggu (7/10).
” Kami turun lagi ke masing masing PPS, terkait pemilih ganda antar kabupaten dan pemilih ganda antar propinsi, selain masukan dari parpol, juga ada perintah dari KPU Kabupaten Gresik, dari Bawaslu Kabupaten Gresik, dan Surat Edaran dari KPU RI, setidaknya dalam bulan Oktober ini, kita sudah selesai turun dan segera melaporkan kembali ke tingkat yang lebih tinggi,” jelas Nur Faizah se usai mengunjungi PPS di balai Kelurahan Kebomas, Kecamatan Kebomas.

Dalam kelurahan tersebut, setidaknya ada 10 nama yang ditengarai ganda , baik ganda antar kanupaten maupun antar propinsi, ada yangjuga tercatat di Kabupaten Wonogiri, Sleman, bahkan ada yang juga tercatat di Jakarta Barat.
Ketua Panwascam Kebomas Ali Sugiarto beserta pengawas pemilu tingkat kelurahan yang ikut mendampingi PPK turun ke PPS mengikuti dengan seksama, bahkan ketika PPS diminta turun untuk mengecek pemilih yang ditengarai ganda , PPL ikut mendampingi PPS.
” Kita hanya memastikan jajaran PPK dan PPS untuk mendata dengan pasti masing masing pemilih, dan jangan sampai ada pemilih yang terdaftar di dua tempat berbeda , serta ikut mensukseskan gerakan GMPH yang di gagas oleh KPU untuk melindungi hak warga negara sebagai pemilih,” jelas Ali Sugiarto. ( ali)











