SURABAYA – Dua korban pekerja proyek saluran air di Jl. Mayjend Sungkono, tepatnya depan Hotel Sangri-La Surabaya yang tertimbun longsoran batu galian akibat runtuhnya pondasi, Rabu (23/10/2019) langsung mendapat apresiasi dari tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo.
Dua pekerja tersebut adalah Nurbai (54) warga Pasuruan dan Dwi Susanto (25) asal Banyuwangi. Mereka telah dikunjungi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko dan Kabid Kepesertaan Ferina Burhan di RS dr. Soetomo, Kamis (24/10/2019).
Akibat musibah tersebut, Nurbai mengalami luka sobek kepala bagian belakang, fraktur tulang hidung, fraktur tulang atas langan kiri. Sedangkan Dwi Susanto ada masalah pada alat gerak bagaian bawah.
Guguk mengatakan, kedua korban Nurbai dan Dwi Susanto adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo yang didaftarkan oleh PT. Arisco Cipta yang bergerak di bidang kontruksi.
“Keduanya mengalami musibah saat melakukan aktifitas atau kecelakaan kerja. Jadi semua biaya operasi dan pengobatan kedua korban ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh,” kata Guguk.

Dalam kunjungan tersebut, tim dari BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo juga memberikan bingkisan buah segar kepada keluarga korban.
Menurut keterangan dari rekan kerja kedua korban, Ilham, saat itu korban sedang mengerjakan pengurukan plengsengan/bantaran yg berada di depan Hotel Shangri-La. Tiba-tiba tumpukan tanah galian dan reruntuhan batu yg berada di atas kedua korban itu ambrol dan mengenai kedua korban yang dibawahnya. (hari)










