PASURUAN – Halal bihalal dalam kearifal lokal merupakan salah satu bagian dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa , hal ini disampaikan Anggota DPRD Jatim H.Muzamil Syafi’i saat menggelar Sosialisasi wawasan kebangsaan tentang Halal bihalal bagian dalam kearifan lokal adalah bagian dari pengamalan pancasila sila ke 3 yakni persatuan Indonesia.
pada sosialisasi wawasan kebangsaan kali ini , Muzammil Syafi’i atau yang akrab di sapa Buya Muzammill mengundang lintas generasi IPNU Jatim .
” Sengaja Wawasan kebangsaan kali ini sebagai tempat bertemunya lintas generasi IPNU Jatim, generasi Mutaqoddimin ( pendahulu) seperti generasi Pengurus Tahun 80an .Ada KH Sholih Hayat, H Muzammil Syafii dan KH Fuad Anwar Nurhadi Ridwan , Dr Hilmy Muhammadiyah ( ketua PP MA IPNU ) dan Idham Zakariyah ,”terang Buya Muzamil pada Minggu ( 12/5/2022)
Anggota Komisi A DPRD Jatim menyampaikan bahwa proses kaderisasi di NU yang paling bagus adalah di IPNU karena disampaikan memperoleh pendidikan kader secara berjenjang mulai dari Makesta sampai Lakut yang juga berproses langsung menjadi pengurus di semua tingkatan sehingga pembentukan pribadi militan dan kemampuan menejemen terpadu dalam membentuk pejuang organisasi dan masyarakat dan ketika berproses lebih lanjut baik di Ansor maupun di NU sudah siap pakai juga sebagai pemimpin masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut forum menyepakati dan merekomondasi lima hal diantaranya :1.Bahwa organisasi kepelajaran IPNU harus dimaknai sebagai Pelajar baik tingkat SMP ( MTs) maupun SMA ( MA) maupun santri di Ponpes juga Mahasiswa, sehingga ruang gerak dan lahan garap IPNU berada di Sekolah\Madrasah maupun Ponpes juga Perguruan Tinggi.
2. Bahwa sebagai bentuk penerusan proses pembinaan dan kaderisasi maka Forum mengqanggap masih diperlukan PKPT ( Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU IPPNU di Perguruan Tinggi ( Universitas Institut dan semacam) selama masih belum dibentuk Badan Otonom Ikatan Mahasiswa NU, untuk memjaga dan mengembangkan Aswaja di Perguruan Tinggi
3. Bahwa pendidikan Kader yang disusun oleh PB NU hendaknya memberikan penghargaan secara baik terhadap proses kaderisasi di IPNU dan IPPNU dengan menjadikan salah satu bagian dari kaderisasi di lingkungan NU dan menempatkan kader kader terbaik IPNU dan IPPNU pada jenjang pengurus baik Banom maupun Jamiyah NU di semua tingkatan.
4. Bahwa menyusun data base Kader menjadi sebuah keharusan di MA IPNU sehingga perlu melakukan pendataan secara konphrehensif di semua tintgkatan kepengurusan.
5. Bahwa MA IPNU perlu mempunyai usaha bidang ekonomi agar MA IPNU mandiri dan memberikan support pada IPNU yg kini sedang menjadi pengurus di semua tingkatan.( rofik)











