BIDIK NEWS | SURABAYA – Aliansi Mahasiswa Jawa Timur menggelar Aksi Damai atas rencana akan diadakannya deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan, Minggu (26/8) besok.
Tuntutan yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Jatim adalah pemerintah dan penyelenggara pemilu harus membuat aturan yang jelas terhadap adanya pesta demokrasi yang aman, damai, dan adem.
Aksi berlangsung di 2 tempat, yang pertama pasca sholat Jumat digelar di kantor KPU Jatim Jl. Tenggilis dan sorenya dilanjutkan di depan Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya. Jumat (24/8).
Koordinator Aksi, Ahmad Ade Miftachudin mengatakan, Jawa Timur, khususnya kota Surabaya dilihat historisnya, merupakan kota yang damai dan kondusif saat menikmati pesta demokrasi.
“Kami yakin, tanpa ada hastag-hastag ganti presiden atau tetap presiden, Surabaya akan bebas dari kegaduhan yang berpotensi mengancam perpecahan dan merusak persatuan bangsa,” ujar Ahmad bersemangat.
Masih dengan Aktivis Unesa tersebut, gerakan Hastag #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi di berbagai daerah, sudah mulai menumbuhkan benih kebencian antar elemen masyarakat dan melemahkan nilai kebhinekaan yang sudah menjadi budaya bangsa Indonesia.
“Untuk itu, jangan ada agenda-agenda yang tidak mendidik dan merusak tatanan yang sudah terbangun di Surabaya, hanya karena kefanatikan pada pilihan politik,” katanya.
Atas hal itu, Aliansi Mahasiswa Jawa Timur merekomendasikan 3 poin. Antara lain :
1. Merekomendasikan agar KPU segera mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) sebagai batasan yang jelas terkait gerakan yang mengandung unsur kampanye salah satu pihak.
2. Menuntut tidak adanya Hastag #Jokowi2Periode dan #2019GantiPresiden, yang merupakan gerakan yang mengandung unsur memecah belah masyarakat dan permusuhan di masyarakat.
3. Merekomendasikan agar gerakan apapun yang mengandung perpecahan dan permusuhan yang dilaksanakan di Jawa Timur agar diganti dengan acara yang lebih mengedukasi masyarakat di bidang politik untuk sama-sama mensukseskan pesta demokrasi 2019. (zainul)











