SURABAYA – Menyikapi Pemerintah Indonesia yang menerapkan ” New Normal Life ” atau tatanan hidup baru disaat virus covid-19 belum ada vaksinnya maka new normal yang diterapkan khususnya di linkungan pondok pesantren perlu dikuatkan dan diperketat protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru penularan dikalangan para santri. Perihal ini disampaikan Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim H. Achmad Hilmi S, Ag saat di temui di ruang kerjanya, Rabu ( 10/6).
Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim ini bahwa Pondok pesantren yang menerapkan new normal dalam proses belajar dan mengajar ketika santri-santri yang pulang dari kampung halaman diperbolehkan kembali ke Pondok pesantren maka harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.
” Proses belajar dan mengajar di pondok pesantren di berlakukan lagi maka santri santri harus wajib melaksanakan phisical distancing dengan wajib pakai masker , selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan jaga jarak dengan santri lain ,” terang anak Anggota DPR RI H .Anisah Sakhur ini.
Ahmad Hilmi yang juga Wakil Ketua Yayasan
Ponpes Riyadlul Ulum dan Roudlotul Ma’ruf Bangil Pasuruan mengatakan,dalam penerapan new normal di Ponpes harus ada perhatian serius dari pemerintah seperti santri yang akan masuk ke Pondok Pesantren harus dilakukan rapid test massal terlebih dahulu untuk mencegah penularan Virus covid-19 .
“Sekali lagi saya tegaskan dalam New Normal wajib dikuatkan protokol kesehatan seperti memakai masker, sosial distancing dan menyediakan tempat cuci tangan di setiap tempat belajar mengajar serta sering dilakukan penyemprotan disenfektan , ” jelas pria yang biasa di sapa Gus Hilmi ini.
Selanjutnya , Masih kata Gus Hilmi , saat ini yang menjadi kendala problem adalah sosial distancing di tempat tidur para santri lantaran dalam satu ruangan biasanya terdapat puluhan santri yang tidur. maka solusi terkait tempat tidur santri masih dibahas apakah menyediakan gedung baru atau menyewa rumah warga sekitar.
“Biasanya satu kamar tidur di tempati sekitar 20 santri sehingga di kawatirkan akan muncul klaster korban covid-19 yang baru, ” terang Gus Hilmi.
“Saya berharap ada solusi dari Pemerintah yang ada di Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota ada bantuan untuk penambahan gedung agar dalam aktivitas tidur juga di terapkan phisical distancing sehingga penularan corona bisa terhindar,” imbuhnya.











