TULUNGAGUNG I bidik news – Ratusan Guru dan Pegawai tidak tetap, yang tergabung dalam Forum Perjuangan Honorer (FPH) PGRI Tulungagung melakukan Audiensi dengan pasangan Calon Bupati, dan Wakil Bupati Tulungagung, Drs.H. Maryoto Birowo MM, dan Didik Girnoto Yekti, Pada Kamis, (8/8/2024).
Audensi yang bertempat di Taman Sor Mlinjo Kauman Tulungagung itu, dihadiri ratusan FPH PGRI yang terdiri dari GTT, PTT baik SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Tulungagung.
Chandra Dyan Rachman, S.Pd, Ketua Forum Perjuangan Honorer PGRI Kabupaten Tulungagung, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan ngopi bareng bersama Calon Bupati Tulungagung.”Kita sengaja mengundang Maryoto Birowo dengan alasan yakin jika mantan Kepala Dinas Pendidikan serta Sekda Tulungagung hingga pernah menjabat Bupati itu sarat pengalaman dalam mengelola dunia pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut Chandra menjelaskan Maryoto terbukti dan sudah lulus diuji dalam memperjuangkan hak warga khususnya profesi guru.
“Oleh sebab itu saya dan kawan kawan senasib, berjuang mendudukkan kembali kursi AG 1 kepada Maryoto Bhirowo,” sambungnya.
“Tanpa kita tutupi, semua memperjuangkan Mbah To, “Tutupnya.
Sementara itu, Drs.H.Maryoto Birowo MM, dalam kesempatan itu mengatakan jika dirinya hari ini memang sedang berulangtahun dan memenuhi undangan FPH PGRI.
“Saya tadi diundang, diajak ngopi, dan dicurhati sambil dirayain hari ultah saya,”ucap Maryoto .
Lebih lanjut Maryoto menjelaskan dirinya sedikit gugup dan kaget, usai salah satu peserta yang hadir dengan mengaku bernama Huda, alumnus GTT yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(P3K), tahun 2023 yang lalu tiba-tiba didaulat di mimbar.
“Benar – benar surprise,”ujarnya haru.
Tak bisa dipungkiri menurut Maryoto, PR yang akan diseleseikannya pada periode mendatang bila dipasrahi kembali memimpin Tulungagung periode 2024-2029 adalah menyelesaikan tenaga PTT dan GTT.
“Kalau kemarin sebelum masa jabatan berakhir telah menyeleseikan 2.634 tenaga. Hari Ini tersisa 1.300 tenaga,”tutur Mbah To sapaan akrab mantan Kadis Pendidikan Tuluangagung kepada wartawan.
Dia berharap agar GTT dan PTT serius mengurus kompetensi sebagai syarat awal lulusnya tahap administrasi.
“Jangan hanya punya NUPTK (Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), saja, “harapnya.
Maka akan dengan mudah pemerintah membantu, apalagi Maryoto berjanji bila bisa berjuang bersama di kontestasi Pemilukada 2024 mendatang akan diseleseikan dirinya saat menjabat Bupati Tulungagung lagi.
“Mari kita berjuang bersama, “pekiknya yang langsung disambut amin ratusan GTT dan PTT tersebut.











