GRESIK | BIDIK.NEWS– Ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih, pandemi Covid 2 tahun lebih telah menolak porandakan sendi ekonomi, di lanjut melambung nya harga minyak goreng, dan terakhir harga telur ayam, masyarakat tambah sengsara, demikian dikatakan Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik, Fahrizal Muhammad Kohar usai flashmob bersama sekitar 100 pendukungnya, diperempatan Sentolang, Kelurahan Sidomoro. Sabtu(10/9).
” Kami bersama para pengurus dan simpatisan, menyuarakan dari sebagian besar warga masyarakat yang pendapatan golongan menengah kebawah, kenaikan harga BBM bersubsidi bagi masyarakan akan membuat kebutuhan hidup yang lain juga ikut melambung, sementara bansos yang ditawarkan oleh pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah atas kenaikan harga barang dan jasa, ” terang Fahrizal.
Hari ini angkutan kota, angkutan antar kota sudah mulai ada kenaikan, padahal pihak organda belum memberikan pengumuman kenaikan tarif angkutan, sembako juga sudah mulai ada kenaikan harga di beberapa pasar.
Pengurus dan simpatisan PKS begitu nyampai di perempatan Sentolang ( sekitar monumen keris) langsung membeber spanduk, dan baliho yang intinya menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Peserta yang sebagian besar adalah kaum ibu, dengan membawa beberapa alat pemukul yang di bunyikan secara rancak sambil menyanyikan bersama ” tolak tolak kenaikan BBB bersubsidi”, sebagian yang lain membagikan selebaran. Salah satu pengurus DPW PKS Jatim Irwan Setiawan ikut hadir ditengah pelaksanaan flashmob.
Kegiatan flashmob berlangsung serentak di 38 Kabupaten / kota se jatim,dan diseluruh Indonesia, hal ini sebagai bentuk bahwa PKS berpihsk kepada rakyat. (ali)











