SURABAYA|BIDIK – Setelah Pemkot Surabaya berhasil menutup lokalisasi Dolly dengan mengeluarkan biaya miliaran rupiah yang tujuannya untuk membersihkan pelacuran di Surabaya. Ternyata malah sebaliknya. Pasalnya dikawasan Komplex Darmo Park yang dikenal sebagai pusat bisnis di Surabaya, kini menjamur tempat pelacuran terselubung berkedok tempat pijat (Massege).
Dari pengamatan Bidik.Co.Id. memang terlihat dikawasan sebelah timur kompek tersebut beberapa tempat portitusi berkedok panti pijat dengan tarif. Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu untuk sekali kencan’ lebih tertarik lagi apabila kita melewati tempat panti pijat tersebut, beberapa pria terlihat menawarkan pijat esek-esek tersebut serta menjanjikan Service plus-plus, ” Disini mas, servicenya, cantik – cantik mas,” ujar salah seorang pria berdagang tetap.
Diperkiran ada puluhan tempat esek-esek berkedok panti pijat, diantaranya panti pijat Ina, Mahkota,Sherly,Amur,Ratu dan Mahkota. Ironisnya pemijat abal-abal ditempat tersebut,sebahagian besar para PSK lokalisasi Dolly yang berpindah berprofesi menjadi peminat abal-abal. Dari hampir puluhan panti pijat yang memberi pelayanan plus-plus,diperkirakan mencapai ratusan orang dengan perhitungan setiap panti pijat ada sepuluh orang pemijat.
Anehnya Satpol PP Surabaya terkesan tutup mata dengan maraknya lokalisasi pelacuran berkedok panti pijat dikawasan Komplex Perkantoran Darmo Park. Diduga maraknya tempat pelacuran baru dengan berkedok panti pijat ini diketahui oleh oknum Satpol PP Surabaya, Namun anehnya ada proses pembiaran dengan kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu. (Imron)







