JEMBER – Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus menjadi momok bagi masyarakat luas saat ini, event Jember Fashion Carnaval (JFC) akan tetap di gelar di Kabupaten Jember.09/11/2020
Rencana pelaksanaan event JFC yang bakal diikuti oleh beberapa negara ini akan di gelar dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.
Dengan beberapa rangkaian kegiatan yang bakal digelar dibeberapa benua, dimana acara puncaknya bakal dilaksanakan di Kabupaten Jember, event ini di harapkan bakal mengangkat lagi nama Jember di kancah dunia.
Harapan tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief usai menerima kunjungan Presiden JFC, Budi Setiawan di ruang rapat bawah Aula Pemkab Jember.
“Saya sangat bangga sekali, ditengah bayang-bayang Covid-19, dengan segala keterbatasanya , ternyata JCF masih memiliki cara bagaimana event JFC ini tetap berjalan,” tuturnya.
Kalau kita mendengar paparan dari Presiden JFC tadi, event ini akan diikuti oleh peserta dari seluruh dunia, baik dari Asia, Afrika dan Eropah dan akan dilaksanakan secara virtual.
Event ini berkemungkinan akan menjadi acara Carnaval terbesar di dunia karna melibatkan banyak pihak, dan tetap menggunakan protokol kesehatan.
Oleh karnanya Pemkab Jember akan memberikan dukungan terhadap event ini, karna ini menjadi kebanggaan kita bersama.
Berkaitan rangkaian kegiatan, Presiden JFC, Budi Setiawan dihadapan awak media menyampaikan terkait kesiapan penyelenggaraan Festival tersebut.
Kegiatan ini digelar saat pandemi Covid-19, tentunya pelaksanaanya nanti akan memperhatikan protokol kesehatan covid-19.
Masih Budi, Kesuksesan acara ini tidak hanya fokus pada konten, tapi bagaimana kita bisa mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Acara yang digelar di 5 (lima) benua secara virtual ini, puncak acaranya akan digelar di Jember pada tanggal 22 November 2020 dan Kabupaten Jember ini merupakan perwakilan Indonesia. (Monas)











