BIDIK News | SIDOARJO – Aktif bergerak di bidang sociopreneur atau wirausaha sosial di Kab. Sidoarjo menjadi tantangan tersendiri bagi Enny Ernawati. Tapi, seberat apapun tantangan itu tak membuatnya patah semangat untuk terus mengabdikan diri ke masyarakat.
Setidaknya, Enny Ernawati ingin setiap jerih payah perjuangannya bisa dirasakan masyarakat, terutama wanita yang selama ini ikut serta dalam pelatihan keterampilan yang diselenggarakannya.
Enny Ernawati memang aktif di beberapa kegiatan wirausaha sosial, seperti usaha daur ulang sampah menjadi barang-barang yang berguna dengan mendirikan bank sampah, menggalakkan program penanaman toga, pelatihan keterampilan rias pengantin, sampai urusan masak-memasak (kuliner).
Hasilnya, beberapa barang kerajinan seperti hantaran pernikahan, souvenir, tas, dompet, boneka, dan lain-lain, dihasilkan peserta pelatihan yang dipimpin Enny. Baru-baru ini, pelatihan digelar di Kel. Magersari, Kab. Sidoarjo.
Semua itu dilakukan Enny Ernawati, bekerja dengan hati nuraninya agar mewujudkan perempuan kreatif dan mandiri. Kebetulan, Enny Ernawati juga tercatat sebagai pengurus di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DPC Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (DPC Hanura) Sidoarjo, yang dipimpin Dondik Agung Subroto (Abadont).
“Saya ingin terus bekerja memberdayakan perempuan melalui keterampilan. Dengan bekal keterampilan itu, diharapkan mereka bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat untuk menghasilkan kerajinan atau membuka jasa rias sehingga ada income yang bisa membantu keuangan keluarganya,” ujar Enny Ernawati, Senin (10/12).
Wanita yang pernah mengenyam pendidikan jurusan Sosial Ekonomi Pertanian ini menyadari, memang tidak mudah untuk bisa terus eksis dibidang wirausaha sosial seperti yang digerakkannya.
Selain faktor permodalan, juga kesadaran masyarakat yang masih kurang peduli terhadap lingkungannya. Dan lagi, dukungan regulasi dari Pemerintah. Kendati demikian, nyatanya, Enny Ernawati membuktikannya sampai sekarang.
“Yang penting berbuatlah sekecil apapun perbuatan itu. Perbuatan itu tidak harus dengan uang, apa yang kita punya itulah yang kita berikan ke masyarakat. Saya punya keterampilan, maka bekal itulah yang saya ajarkan ke masyarakat. Dengan keterampilan yang didapatkan, mereka bisa buka usaha demi membangun ekonomi keluarga,” kata Enny Ernawati, yang tergabung di Organisasi Tiara Kusuma ini.
Melalui beberapa kegiatan yang dilaksanakannya itu, suatu ketika Enny Ernawati didorong oleh ’emak-emak’ yang selama ini ikut pelatihanya untuk menjadi anggota DPRD Kab. Sidoarjo. Untuk mencapai itu, Enny sadar memang tidak mudah, karena harus ikut serta dalam kontestasi politik melalui pencaleg-an.
Usai berpikir panjang, Enny Ernawati membulatkan tekadnya menerima dukungan masyarakat itu dengan mendaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Hanura Sidoarjo, dan selanjutnya ditetapkan sebagai Caleg Hanura Sidoarjo dapil Sidoarjo Kota, Sedati, dan Buduran, dengan memperebutkan 1 dari 10 kursi legislatif dari dapil 1 tersebut.
Satu hal yang ditekankan, meskipun jadi caleg atau tidak, Enny Ernawati tak akan berhenti untuk berbuat ke masyarakat melalui pemberdayaan wanita. Tetapi, dia akan sangat bersyukur jika perbuatan itu bisa ditingkatkan di ranah legislatif, tentu melalui dukungan masyarakat dengan memilihnya saat pileg nanti.
Tidak ada target khusus baginya dalam pencalegan ini. Yang dia ingin hanya terus mengabdikan di masyarakat. Melalui pelatihan keterampilan, kesehatan lingkungan, pelatihan rias pengantin, program menanam toga di tiap rumah, hingga kuliner.
“Sampah dan kesehatan lingkungan jadi masalah krusial yang belum ada solusinya hingga sekarang. Karena itu, melalui regulasi yang diperjuangkan di ranah legislatif, saya yakin lambat laun masalah itu terpecahkan. Karena itu, jika saya diberi amanah, saya ingin berjuang di ranah legislatif karena paham betul kondisi di lapangan sehingga perlu adanya dorongan kebijakan untuk menyelesaikan itu,” pungkas Enny. (hari)











