BIDIK NEWS | SURABAYA – Dubes Indonesia untuk Republik Cekoslovakia Dr. Aulia A. Rahman, S.H., M.Si., mengunjungi Universitas Airlangga (Unair), Kamis (1/3). Dalam kunjungannya, berbagai potensi penjajakan kerja sama, terutama bidang pendidikan dibahas bersama jajaran pimpinan Unair. Selain itu, Aulia juga menyampaikan kuliah umum di depan para mahasiswa soal hubungan Indonesia dengan Cekoslovakia dan Uni Eropa selama ini.
Ketua AGE (Airlangga Global Engagement) Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., mengungkapkan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas kemenangan Unair dalam project Erasmus dari Europe Union. Yakni, sebuah program peningkatan kualitas pendidikan tinggi Eropa dan memperkuat pemahaman mengenai lintas budaya.
”Intinya, kita ini dapat project Erasmus, Eropa yang melibatkan beberapa perguruan tinggi di Ceko (Republik Cekoslovakia, Red). Nah, dalam hal ini, duta besar ingin tahu, perguruan-perguruan tinggi top (Indonesia) yang masuk di Erasmus. Ke depannya bagaimana duta besar dapat memberikan bantuan terkait hal tersebut,” tambahnya.
Masuknya Unair, lanjut Prof. Nyoman, dilihat duta besar sebagai peluang. Terutama soal kemungkinan munculnya kerja sama lainnya di bidang pendidikan perguruan tinggi. Dengan peluang tersebut, Unair diharapkan mampu menjadi leader di beberapa program studi. Misalnya, kedokteran, bidang sains dan teknologi, serta ilmu budaya.
Sementara, Rektor Unair, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., meresponsnya dengan menghadirkan beberapa pimpinan Umair terkait. Antara lain, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Win Darmanto, Drs., M.Si., Ph.D, Dekan FH, Prof., Dr., Abd. Shomad, Drs., SH., MH, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya III, Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D, dan Kepala ITD (Institute of Tropical Disease) Prof. Maria Inge Lusida.
Aulia menyampaikan, bahwa kunjungan itu merupakan bentuk penyatuan visi antara apa yang berkembang di Eropa dengan apa yang dipersiapkan pendidikan di Indonesia, terutama Unair. Selama ini sesuai dengan pembicaraan dosen, imbuh dia, Unair termasuk yang paling prepare, siap, mengisi revolusi ke-4.
“Teknologi digital mesti bisa dikuasai. Salah satu kesiapan menghadapinya adalah melalui sistem pendidikan yang baik. Karena itu, diharapkan Unair mampu menjadi suatu leading bagi terkait dengan isu ini (revolusi ke-4),” sebutnya. (hari)
Teks : Dubes Indonesia untuk Republik Cekoslovakia Dr. Aulia A. Rahman, S.H., M.Si., saat menggelar pertemuan dengan Rektor Unair, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., di Gedung Manajemen Kampus C. (Foto : ist)











