SURABAYA|BIDIK NEWS – Ribuan massa yang berasal dari Mahasiswa, Buruh, pelajar dan elemen masyarakatnya masih bertahan di depan gedung DPRD Jatim, Kamis (26/09)
Pertemuan yang dilakukan oleh perwakilan massa dan DPRD Jatim yang dipimpin ketua DPRD Jatim Kusnadi, tidak membuahkan hasil.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Banmus (Badan Musyawarah) DPRD Jatim dengan perwakilan massa, pihak DPRD Jatim tidak menyetujui keinginan massa untuk bisa melakukan sidang rakyat di ruang rapat paripurna DPRD Jatim. Mereka meminta agar massa bisa masuk dan menggelar sidang rakyat.
“Saya minta agar bapak bapak memberikan gedung ini kepada kami. Kami akan menggelar sidang rakyat diruang paripurna sebagai bentuk kedaulatan rakyat yang saat ini telah dinodai,” ujar salah satu perwakilan di depan ketua dan beberapa anggota DPRD Jatim yabg menemui mereka.
Sontak keinginan mahasiswa ditolak oleh ketua DPRD Jatim Kusnadi.
“Mohon maaf kami tidak bisa memenuhi permintaan kalian. Karena ini obyek vital milik negara bukan punya saya pribadi maupun anggota yang DPRD yang lain. Saya tidak bisa mengijinkan keinginan anda,” kata Kusnadi.
“Saya sudah sudah sampaikan disini dan di tengah kawan kaean anda tadi bahwa kita DPRD Jatim akan mengawal tuntutan yang ada sampaikan ke pusat dan kita akan kawal tuntutan anda semua,” lanjut Kusnadi.
Sementara itu wakil ketua DPRD Jatim lainnya Sahat Tua Simanjuntak mendukung sikap ketua DPRD Jatim yang menolak keinginan mahasiswa untuk bisa menggelar sidang rakyat di ruang Paripurna DPRD Jatim.
“Kita bukab kapasitas untuk mengijinkan. Sikap ketua cukup bijaksana dan mahasiswa tidak bisa memaksa karena ini aset negara yang juga dilindungi oleh kepolisian,” ujarnya.
Sahat mengatakan DPRD Jatim sudah mengakomodasi keinginan mahasiswa yang menggelar aksi hari ini. Semua apa yang menjadi tuntutan akan dikawal dan disampaikan ke pemerintah pusat untuk ditindak lanjuti.
“Kami jamin apa yang menjadi keinginan dantuntutan mahasiswa akan kita kawal untuk segera ditindak lanjuti pemerintah pusat,” jelasnya.
Sementara itu, setelah gagal untuk menggelar sidang rakyat di ruang Paripurna DPRD Jatim, perwakilan mahasiswa kembali dan melanjutkan aksi didepangedung DPRD Jatim.
Sampai saat ini suasana masih kondusif meski suasana mulai memamanas. Massa mahasiswa mulai menggoyang goyang kawat berduri yang dipasang di depan pagar gedung DPRD Jatim. Sementara itu petugas kepolisian juga sudah menggunakan perlengkapan anti huru hara dan menggantikan pasukan asmaul husna yang sebelaumnya berada didepan berhadap hadapan dengan massa mahasiswa. ( rofik)









