BANYUWANGI|BIDIK, Prestasi yang diraih Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dalam kurun waktu delapan tahun terakhir mampu menarik minat daerah lain untuk melakukan studi banding.
Selasa (28/11), Rombongan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk belajar tentang pelaksanaan pendataan profil desa dan kelurahan.
Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama Desa DPMD Provinsi Sulawesi Selatan, Rais Rahman menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai tempat studi banding pelaksanaan pendataan profil desa dan kelurahan karena memiliki nilai lebih dibanding kabupaten lain yang ada di Indonesia.
“DPMD Kabupaten Banyuwangi berhasil melaksanakan pendataan profil desa dan kelurahan dengan baik sesuai amanat Permendagri nomor 12 Tahun 2017. Provinsi Jawa Timur menempati urutan ketiga sedangkan Sulawesi Selatan berada di urutan kelima,” jelas Rais Rahman, disela-sela kunjungan ke kantor DPMD Banyuwangi.
Rais Rahman menegaskan, Hasil studi banding ke Banyuwangi tersebut nantinya akan segera diterapkan di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Plt Kepala DPMD Banyuwangi, Zen Kostolani mengungkapkan, selain belajar pelaksanaan pendataan profil desa dan kelurahan, rombongan DPMD Provinsi Sulawesi Selatan juga tertarik mempelajari beberapa program unggulan milik Pemkab Banyuwangi.
“Mereka sangat tertarik dengan inovasi E-Village Budgeting, Smart Kampung, dan Video Kreatif Desa,” Tandas Zen.
Program pengembangan usaha ekonomi kreatif masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program E- Monitoring System untuk pelaporan perkembangan proyek fisik yang dikerjakan pemerintah desa di Banyuwangi juga tak luput dari perhatian DPMD Provinsi Sulawesi Selatan.
“Termasuk juga inovasi pelayanan publik di desa, mereka berencana akan menerapkan di Sulawesi Selatan,” tambah Zen.
Kepada 25 anggota rombongan dari Sulawesi Selatan, DPMD Banyuwangi juga memaparkan strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Salah satu cara yang telah dilakukan oleh pemerintah desa di Banyuwangi adalah dengan program bedah rumah yang didanai melalui Dana Desa (DD).
Sekadar tahu, 189 Desa di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2017 ini telah melaksanakan program bedah rumah sebanyak 1.066 unit milik warga kurang mampu. Program tersebut rencananya akan rutin dilaksanakan setiap tahun sehingga angka kemiskinan warga desa akan terus berkurang.
Program pengentasan kemiskinan itu sendiri berhasil dilaksanakan dengan baik karena pemetaan dan pendataan dilakukan secara kontinu. Dari pendataan itu akan diketahui faktor-faktor penyebab kemiskinan, sehingga penanggulangannya pun akan mengacu dari hasil pemetaan tersebut.(nng)





